Remaja Prancis, Moise Kouame, yang memecahkan rekor sebagai pemenang pertandingan termuda di Grand Slam pada babak pertama, sukses mengalahkan Adolfo Vallejo di babak ketiga. Kouame menjadi pemain termuda sejak Rafael Nadal pada 2003 yang mampu menembus babak ketiga turnamen Grand Slam lewat kemenangan dramatis dalam match tie-break melawan petenis Paraguay, Adolfo Daniel Vallejo.
Pada usia 17 tahun, remaja ini dinobatkan sebagai pemenang termuda pertandingan Grand Smas laki-laki dalam 17 tahun terakhir setelah mengalahkan mantan juara AS Terbuka, Marin Cilic, di putaran pertama.
Kemenangan Kouame 6-3, 7-5, 6-3, 6-2, 6-6 (10-8) atas Vallejo berlangsung di hadapan pendukung tuan rumah yang fanatik di Roland Garros, Paris, yang terus mendukung pemain lokal hingga poin terakhir saat ia menggagalkan tekanan Vallejo. Petenis berusia 22 tahun itu saat ini menempati peringkat ke-71 dunia – jauh di atas peringkat Kouame yang ke-318. Vallejo nyaris memasuki ambang kemenangan setelah merebut set ketiga dan keempat, lalu unggul 5-3 di set kelima, sebelum break back dari remaja lawannya itu.
Entah itu energi Kouame atau animo penonton, puncak ketegangan hampir tumpah pada game berikutnya—keributan di tribun sempat meluber dan nyaris mengganggu jalannya poin. Namun, Vallejo tidak gentar. Ia justru mengeluarkan perlawanan sengit di bawah cuaca Paris yang membara demi meredam aksi Kouame dan penggemar di sekitarnya. Kouame mempertahankan servis lewat dua backhand indah menyusuri garis yang membuat penonton berdiri, lalu membawa laga ke tie-break. Sang pemain muda menunjukkan pertunjukan percaya diri yang mengisyaratkan lahirnya sebuah bintang baru.
Prestasi ini sejajar dengan pencapaian Nadal di Wimbledon dua dekade lalu, namun Kouame menyegel momen kemenangan dari sisi belakang lapangan. Salah satu backhand-nya menjadi break terakhir dalam game paling panjang sepanjang laga.
Match tie-break 10 poin berikutnya dimulai dengan debutan Perancis tadi melaju mencetak lima poin pertama. Tetapr, lawannya dari Paraguay membuktikan ketangguhan—ia bangkit menyamakan skor menjadi 6-6.
Memasuki 7-7, Kouame menghadirkan servis tercepat malam itu saat melakukan ace, sebuah trik eksklusif. Backhand dan drop shot-nya konstan membuat pikaun, tetapi sebuah pukulan cross-court forehand yang memecahkan konsentesi Vallejo sekaligus membalut kemenangan: 9-8, sebelum dia bertahan pada kokoh kemudian.