Protes Tegang Pecah di Luar Pusat Penahanan Imigran Delaney Hall di AS | Berita Protes

Para pengunjuk rasa telah kembali ke pusat penahanan imigran Delaney Hall di Amerika Serikat, sebuah lokasi yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak titik panas dalam dorongan Presiden Donald Trump untuk deportasi massal.
Pusat yang terletak di luar Newark, New Jersey ini telah lama menjadi sumber kontroversi.
Dibuka kembali pada Februari 2025 setelah sempat ditutup, Delaney Hall merupakan bagian dari jaringan pusat penahanan imigran yang dirancang untuk menampung ribuan imigran yang ingin dideportasi Trump pada masa jabatan keduanya.
Para pejabat setempat, termasuk Wali Kota Newark Ras Baraka, menyatakan bahwa fasilitas tersebut dialihfungsikan tanpa izin dan persetujuan yang benar. Para kritikus juga mengecam kondisi di dalam fasilitas tersebut, dengan menuduh adanya pelanggaran hak asasi manusia.
Gelombang protes terbaru ini berlangsung sepanjang bulan ini sebagai respons terhadap laporan bahwa para tahanan sedang melakukan mogok makan di dalam Delaney Hall.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengatakan bahwa otoritas kesehatan yang berusaha memeriksa fasilitas tersebut ditolak akses penuhnya.
“Seperti yang saya katakan berulang kali, penolakan untuk memberikan akses penuh menimbulkan pertanyaan serius tentang apa yang coba disembunyikan ICE dari pandangan publik,” kata Gubernur New Jersey Mikie Sherrill dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
Gubernur dari Partai Demokrat yang terpilih tahun lalu itu telah mendukung seruan untuk menutup fasilitas tersebut. Pada Rabu malam—para pengunjuk rasa bentrok dengan aparat penegak hukum saat mereka berusaha memblokade akses ke Delaney Hall.
Para demonstran, beberapa di antaranya mengenakan masker gas, mendirikan barikade darurat dan bergandengan tangan hingga membentuk rantai manusia. Menurut Department of Homeland Security, enam demonstran telah ditangkap karena diduga menyerang agen federal pada malam harinya.
“Menyerang dan menghalangi petugas hukum ICE adalah pelanggaran pidana untuk katajahatan berat,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan. “Siapa pun yang menyerang petugas hukum akan dituntut dengan hukuman yang setinggi-tingginya.” Namun, disin letel keanehanu: beberapa kritikus mempertanyakan sebenarnya tuduhan yang diajukan pemerintahkan Trump, terhadap? Kejelal lain mencelahi di lap us karena.
Setahun yang lalu, pada Mei 2025, Wali Kota Baraka ditangkap saat protes, tuduhan memasauk a tempat htnpa izin (tresspas bukan trespassa koq sdis ginting ygspt sep we berangai di kem i no oo mem tahkh ruka sp mem bani har menepkk k k—itulow

MEMBACA  Topan Fung-wong Tewaskan 4 Orang dan Meluluhlantakkan Filipina | Berita Krisis Iklim

Tinggalkan komentar