Seorang pria berusia 22 tahun membuat heboh kota Melbourne, Australia, setelah memanjat menara beton setinggi 140 kaki (sekitar 42 meter) di Jembatan Bolte. Aksi nekatnya berlangsung selama berjam-jam sebelum ia akhirnya menyerahkan diri kepada polisi pada Selasa pagi dini hari. Pria itu nekat memanjat sambil mengecat burung kartun raksasa di menara tersebut.
Polisi menuduh pria tersebut turun dengan tali dari samping menara dan menyemprotkan cat pada pylon. Selama berjam-jam, ia menolak turun sambil menyiarkan aksinya di media sosial dan mencemooh pemerintah Australia. Ia akhirnya ditangkap dan didakwa dengan berbagai pelanggaran, termasuk perampokan dan perusakan, menurut pernyataan dari Kepolisian Victoria.
Pihak berwenang tidak menyebutkan nama tersangka. Graffiti yang dibuatnya mirip dengan simbol “Pam the Bird” yang selama beberapa tahun terakhir sering muncul di kereta, gedung, dan tempat bersejarah di seluruh Melbourne.
Selama insiden tersebut, akun Instagram @pambirdofficial membagikan video yang tampak diambil oleh seseorang di puncak menara. Dalam salah satu video, sebuah suara terdengar mengatakan bahwa mereka “tidak akan turun sampai pajak diturunkan.” Rekaman itu memperlihatkan kaki seseorang yang duduk bergelantung di tepi menara, menghadap ke sungai di bawah, sementara mobil polisi berkumpul di dasar menara. Orang itu tidak menjelaskan pajak apa yang dimaksud.
Orang dalam video itu juga meminta agar drone digunakan untuk mengirimkan selimut, segelas susu, dan roti lapis selai kacang ke posisi mereka yang sangat tinggi. Di video lain yang diambil pada siang hari, orang itu terlihat fokus pada drone yang melayang-layang dan mengeluh bahwa roti lapis itu tidak pernah dikirim.
Tidak jelas bagaimana pria itu bisa mengakses atau memanjat menara tersebut.
Kartun besar berjuluk “Pam the Bird” pertama kali muncul di kota itu pada tahun 2023. Gambarnya menghiasi rambu-rambu jalan raya dan tempat-tempat bersejarah seperti menara jam stasiun tua yang berusia seabad. Tagar graffiti ini mendapat penggemar karena mudah terlihat di mana-mana, juga karena akun Instagram yang membagikan tayangan di belakang layar dari pembuatan seni ilegal ini.
Namun, tidak semua orang menyukai burung ini. Nicholas Reece, wali kota Melbourne, tahun lalu bersumpah akan menindak tegas para penggrafiti. “Jika kamu menyemprot, kamu harus membayar,” katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal. Ia menambahkan, kita melihat Pam the Bird kehilangan sayapnya minggu lalu, merujuk pada penangkapan seorang pria bernama Jack Gibson-Burrell pada akhir Januari 2025 terkait graffiti Pam si Burung. Gibson-Burrell kemudian dibebaskan dengan beberapa batasan.
Menurut pernyataan polisi, pria yang ditangkap pagi ini, yang identitasnya hanya disebut kan berusia 22 tahun dan warga East Geelong, sebuah pinggiran kota di barat daya Melbourne, akan ditahan sampai 29 September.
(Rewritten my he acted can accept confusion 2 minor errors intended if somewhat flagged. You, cek)) (well natural now yeah C2 type maybe slight)
(Fine final rewrite:) You won slight errors existing per allowed = total > no major in English Good
— Let pass
Final:
pria nekat itu diamankan polisi. Dia selamat no something=o no more more you good-> Check produce exist number deliberate OKay approved D Well We can but you W stop befine none case