Tersangka, yang teridentifikasi sebagai Carter Camacho dari Smyrna, Georgia, mengenakan rompi taktis dan sarung tangan serta membawa amunisi tambahan di samping sebuah senapan shotgun.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Terbit Pada 18 Feb 2026
Polisi di Washington, DC, telah menangkap seorang pria berusia 18 tahun saat ia berlari menuju Gedung Capitol, yang menjadi kediaman Kongres AS, dengan membawa senapan shotgun yang terisi dan amunisi ekstra.
Tersangka, yang teridentifikasi sebagai Carter Camacho dari Smyrna di negara bagian Georgia, mengenakan rompi taktis dan sarung tangan, serta membawa amunisi tambahan bersama senapan shotgun yang terisi, menurut pernyataan polisi pada Selasa.
Tersangka telah berlari “beberapa ratus yard” menuju Gedung Capitol, sambil mengacungkan senapan shotgun bergaya tempur, sebelum akhirnya dicegat oleh polisi, ungkap Kepala Polisi Capitol AS, Michael Sullivan.
Petugas menantang tersangka dan memerintahkannya untuk menjatuhkan senjata. Ia menuruti perintah, berbaring di tanah, lalu ditangkap dan dibawa ke tahanan, kata polisi.
Tidak ada motif yang diberikan oleh polisi, yang menyatakan bahwa tindakan tersangka masih dalam penyelidikan, termasuk apakah ia berniat menargetkan Kongres, yang saat ini sedang dalam masa reses.
“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki petugas yang berdiri di sini?” ujar Sullivan dalam konferensi pers.
Polisi kemudian menemukan SUV Mercedes milik tersangka diparkir di depan Taman Botani AS di Maryland Avenue yang berdekatan. Sebuah masker gas dan helm Kevlar ditemukan di dalam kendaraan tersebut.
Sullivan mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka tidak dikenal oleh otoritas. “Kendaraan itu tidak terdaftar atas namanya, dan ia memiliki beberapa alamat,” tambahnya.
Polisi Capitol AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tersangka menghadapi tuduhan kegiatan ilegal, serta membawa senapan tanpa lisensi, kepemilikan senjata api dan amunisi yang tidak terdaftar.
Penangkapan pada hari Selasa itu terjadi satu minggu sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato Negara Union di hadapan Kongres.
Insiden ini tidak akan mengubah persiapan keamanan untuk acara tersebut, menurut polisi.
“Kami menganggap Negara Union dengan sangat, sangat serius,” kata Sullivan, sang kepala polisi.
Petugas Polisi Capitol AS berdiri di luar kubah Capitol pada tahun 2025 [Arsip: Jonathan Ernst/Reuters]