Seiring krisis global yang kian beragam dan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga internasional yang terus terkikis, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi pertanyaan yang semakin besar mengenai relevansi dan otoritasnya. Tiga puluh tahun setelah komitmen untuk mengakhiri kelaparan dan mengurangi ketimpangan, kemajuan justru mandek, peperangan meluas, dan hak veto Dewan Keamanan PBB melumpuhkan tindakan nyata.
Dalam episode *Talk to Al Jazeera* kali ini, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock merefleksikan kredibilitas PBB, batas-batas wewenang DK PBB, serta apakah UNGA yang lebih asertif dapat mendorong reformasi sebelum tenggat waktu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Diterbitkan pada 4 Jan 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial