Serangan terhadap mobil polisi terjadi di dekat salah satu stasiun kereta tersibuk di ibu kota Rusia.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Diperbarui Pada 24 Feb 2026
Klik untuk membagikan di media sosial
Ledakan dahsyat telah mengguncang sebuah stasiun kereta api di pusat Moskwa, ketika seorang pelaku meledakkan bom di samping mobil polisi, menewaskan dirinya sendiri dan seorang aparat.
Ledakan terjadi beberapa menit setelah tengah malam waktu setempat pada Selasa (21:06 GMT, Senin), dekat Stasiun Kereta Savyolovsky di ibu kota Rusia, salah satu hub perkeretaapian utama kota itu.
Rekomendasi Berita Lainnya
Dua aparat lainnya terluka dalam serangan itu dan sedang menjalani perawatan, menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, yang belum merilis detail mengenai pelaku atau motif di balik serangan bom tersebut.
Menurut kementerian, seorang pelaku mendekati polisi lalu lintas yang sedang berada di dalam kendaraan patroli mereka, lalu sebuah alat peledak meledak, menewaskan pelaku dan satu polisi.
Komite Investigasi Rusia untuk kejahatan besar menyatakan telah membuka kasus percobaan pembunuhan petugas penegak hukum dan untuk kepemilikan ilegal alat peledak.
“Sebagai akibat dari aksi pelaku, satu polisi lalu lintas menderita luka yang tidak sesuai dengan kehidupan dan meninggal di tempat kejadian. Dua polisi lagi dibawa ke rumah sakit kota, di mana mereka diberikan pertolongan medis,” ujar Komite Investigasi, seperti dikutip kantor berita TASS milik negara Rusia.
Gambar yang dibagikan TASS menunjukkan mobil polisi yang rusak parah dengan kaca jendela penumpang dan kaca depannya hancur, serta puing bertebaran di jalan. Menurut laporan, mobil polisi tidak terbakar meski intensitas ledakan tinggi.
Moskwa telah menyaksikan serangkaian serangan dalam beberapa pekan terakhir, dan ledakan terbaru ini terjadi pada hari yang menandai peringatan keempat dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Awal bulan ini, seorang perwira intelijen militer Rusia tingkat tinggi ditembak berkali-kali dan terluka serius dalam sebuah serangan yang oleh Moskwa disalahkan pada Kyiv.
Pada Desember 2025, ledakan bom mobil menewaskan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, kepala departemen pelatihan di dalam Staf Umum Rusia. Dua hari kemudian, ledakan lain menewaskan tiga orang, termasuk dua polisi, di dekat lokasi Sarvarov tewas di Moskwa.
Ukraina mengklaim tanggung jawab atas serangan pada Desember 2024 yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan nuklir, biologis, dan kimia Rusia, melalui bom yang disembunyikan di skuter listrik di luar gedung apartemennya.