Polisi London Terekam Intimidasi Jurnalis Al Jazeera di Kerumunan | Berita Kepolisian

Polisi Metropolitan menyatakan tengah meninjau rekaman kejadian dan menegaskan bahwa wartawan harus dapat bekerja ‘tanpa intimidasi’.

Diterbitkan Pada 26 Mar 202626 Mar 2026

Seorang polisi Inggris yang sedang tidak bertugas terlibat dalam suatu insiden yang menyebabkan sejumlah warga London Utara mengepung dan “mengintimidasi” jurnalis Al Jazeera yang sedang melaporkan kasus dugaan pembakaran, demikian konfirmasi dari kepolisian Metropolitan.

Dalam surel kepada Al Jazeera pada Kamis, seorang juru bicara Metropolitan Police menyatakan pihaknya “menyadari bahwa seorang petugas khusus Met yang sedang tidak bertugas terlibat dalam perbantahan tersebut”.

“Perkara ini telah dirujuk ke Departemen Standar Profesional untuk penilaian,” ujar juru bicara itu.

Insiden terjadi pada Senin di lingkungan Golders Green, London Utara, tepat di lokasi kejadian dugaan pembakaran, menurut juru bicara tersebut.

Empat ambulans sukarela yang dioperasikan oleh sebuah amal Yahudi setempat dilaporkan telah dibakar di area tersebut dini hari Senin, menurut pemberitaan media Inggris. Dua pria berusia 40-an ditangkap pada Rabu terkait serangan ini, kata polisi.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pria, termasuk beberapa yang mengenakan yarmulke Yahudi, berteriak kepada kru jurnalis Al Jazeera untuk meninggalkan area tersebut.

Salah satu pria, yang mengenakan yarmulke dan sweatshirt abu-abu bertudung, terlihat mengatakan kepada seorang kru Al Jazeera dalam bahasa Arab: “Pergi dari sini, kamu keledai, kamu anjing.”

Pria tersebut diidentifikasi sebagai seorang perwira Polisi Metropolitan oleh outlet berita lokal Declassified UK.

Insiden ini memicu kecaman daring, dengan banyak pengamat menyuarakan dukungan bagi Al Jazeera dan kebebasan pers.

Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, juru bicara Polisi Metropolitan menambahkan pada Kamis bahwa pihaknya menyadari adanya rekaman yang menunjukkan “pertengkaran verbal antara warga lokal dan para jurnalis”.

MEMBACA  Armada Angkatan Laut Rusia, termasuk fregat, kapal selam bertenaga nuklir, tiba di Kuba | Berita Militer

“Kebebasan pers itu penting, dan wartawan harus dapat menjalankan tugassnya tanpa mengalami intimidasi atau pelecehan,” tegas juru bicara tersebut.

Juru bicara itu menambahkan bahwa meskipun petugas yang bertugas turun tangan di lokasi, “terdapat periode yang cukup panjang di mana para jurnalis ditempatkan dalam situasi sulit, yang akhirnya membuat mereka meninggalkan area”.

“Petugas yang bertugas di area tersebut telah diminta untuk waspada terhadap setiap pertikaian serupa dalam hari-hari mendatang. Kami akan mengkaji rekaman untuk mengidentifikasi apakah terdapat pelanggaran hukum yang terjadi,” pungkas juru bicara itu.

Tinggalkan komentar