Tuan rumah bersama Piala Dunia T20, Sri Lanka, meminta Pakistan mempertimbangkan ulang boikot pertandingan melawan India pada 15 Februari di Kolombo.
Diterbitkan Pada 5 Feb 2026
Sri Lanka Cricket pada Kamis meminta Pakistan untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka memboikot pertemuan babak pertama dengan rival abadi, India, dalam Piala Dunia T20 yang ikut dihost oleh negara pulau tersebut.
Pakistan memutuskan untuk tidak bermain melawan India pada 15 Februari di Kolombo sebagai bentuk solidaritas dengan Bangladesh, yang dikeluarkan dari turnamen setelah menolak memainkan pertandingan mereka di India.
Rekomendasi Cerita
Pakistan dan India telah tidak bermain kriket bilateral selama lebih dari satu dekade dan hanya bertemu dalam turnamen global atau regional.
Sri Lanka Cricket (SLC) memberi tahu Dewan Kriket Pakistan bahwa aksi boikot akan mengakibatkan kerugian finansial dan juga merugikan industri pariwisata Sri Lanka, yang masih pulih dari krisis ekonomi 2022.
“Setiap ketidakhadiran akan memiliki implikasi luas, termasuk eksposur finansial substansial bagi SLC dan potensi hilangnya arus masuk pariwisata yang diantisipasi,” demikian pernyataan dewan tersebut.
SLC mengingatkan bahwa Sri Lanka pernah melakukan tur ke Pakistan untuk menyatakan solidaritas dan menghidupkan kembali pertandingan internasional di sana ketika negara lain menolak karena kekhawatiran keamanan.
“Kami mendesak Anda untuk mempertimbangkan keadaan yang luar biasa, hubungan abadi antara kedua dewan kita, dan kepentingan lebih luas dari olahraga kriket,” ujar Sri Lanka Cricket sembari memohon Pakistan untuk memainkan pertandingan terjadwal melawan India.
India memulai Piala Dunia T20 di kandang sendiri melawan Amerika Serikat pada Sabtu. Pakistan memainkan laga pertama mereka di turnamen ini, juga pada Sabtu, di Kolombo melawan Belanda.
Meski memboikot laga terjadwal melawan India pada 15 Februari di Kolombo, kedua rival abadi itu mungkin dipaksa untuk saling berhadapan jika melaju ke babak knockout.
Kapten Pakistan, Salman Agha, mengatakan pada Kamis bahwa jika Pakistan harus menghadapi India di semifinal atau final, mereka akan berkonsultasi dengan pemerintah mereka.