Piala Dunia 2026: Wasit Terlarang Artan Tiba di Kampung Halaman, Somalia

Artan, yang dinobatkan sebagai wasit putra terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (Caf) tahun 2025, merupakan salah satu dari 52 wasit yang terpilih untuk turnamen ini. Namun, "mimpinya" sirna saat ia berusaha menuju markas wasit lapangan di Florida.

Menurut laporan Artan kepada New York Times (tautan eksternal), ia menghadapi wawancara imigrasi selama 11 jam dan ditahan hingga akhirnya dipulangkan ke Istanbul, Turki.

Andrew Giuliani, Ketua Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, menyatakan kepada BBC World Service: “Meski saya tak bisa mengungkapkan informasi derogatif terkait hal ini, saya bisa tegaskan itu adalah keputusan tepat dari bea cukai dan patroli perbatasan, dan saya mendukung keputusan tersebut.”

Artan tidak memungkinkan untuk bertugas di luar Amerika Serikat, karena semua ofisial lapangan—yang akan memimpin pertandingan di Kanada atau Meksiko—harus berada di Florida untuk pelatihan, persiapan, dan keamanan.

Pada Juni 2025, Trump menerapkan larangan masuk penuh untuk 12 negara—termasuk Somalia—tanpa memandang kategori visa.

Dua hari menjelang undian Piala Dunia Desember 2025, Trump menuai sorotan terkait komentarnya soal Somalia menjelang operasi penegakan imigrasi di Minnesota—komunitas Somali terbesar di AS.

“Somalia? Itu hampir bukan negara. Mereka tak punya apa-apa,” ujar Trump. “Mereka hanya lari-larian sembari saling bunuh. Tanpa struktur apa pun.”

Ia menambahkan bahwa imigran Somalia harus “kembali ke asal mereka” karena AS akan “meleset arah jika terus menerima sampah ke negeri kami.”

Sekembalinya ke tanah air, Artan mengimbau pemuda Somalia tak kehilangan harapan terhadap negaranya. “Mari kita jaga harkat Somalia. Kita semua bagian dari Somalia, baik buruknya negeri ini. Bendera biru itu milik kita, begitu pula paspor—bertahanlah. Pemuda jangan patah semangat. Meski ini terjadi padaku, aku tetap membela bangsa. Aku ingin lanjutkan perjalanan dari sini, dan kumohon pemuda melakukan hal yang sama.”

MEMBACA  Lammy mengatakan komentar hukum internasional Israel 'bisa lebih jelas'

Tinggalkan komentar