Permintaan Cina Halangi Akuisisi AI oleh Raksasa Teknologi AS, Meta | Berita Teknologi

Beijing memperketat pengawasan terhadap industri kecerdasan buatan di tengah meningkatnya persaiangan geopolitik dengan AS terkait teknologi ini.

Laporan dari Reuters dan The Associated Press

Diterbitkan pada 29 April 2026

Tiongkok menyatakan bahwa mereka memblokir akuisisi perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) bernama Manus oleh raksasa teknologi Meta. Langkah ini memperketat pengawasan terhadap investasi dari Amerika Serikat ke perusahaan rintisan dalam negeri yang mengembangkan teknologi mutakhir.

Komisi Nasional Reformasi dan Pembangunan Tiongkok (NDRC) harus mengumumkan pada Selasa lalu bahwa mereka melarang akuisisi asing atas Manus, meski tanpa menyebutkan secaara spesifik nama Meta.

Langkah ini menyoroti semakin besar kekhawatiran Beijing terhadap akuisisi bakat AI beserta kekekayaan intelektual Tiongkok oleh perusahaan AS, sejalan dengan upaya Washington membatasi akses perusahaan teknologi Tiongkok ke cip teknis canggih buatan Amerika.

Belum jelas sejauh mana dan siapa pihak yang enggan memulihkan transasksi ini sesuai permintaaan pembatalan. Permintaaan pembatalan untuk mengamputasi ekuitas dalam proses transasksi.

Manus—perusahaan yang berakar dari Tiongkok namun berkantor pusat di Singapura—mengembangkan agen AI yang dirancang untuk menangani tugas berat. Mereka memutus kerja dengan Menteri Perusahaan dari Departemen Penganggun.

Agen AI yang dikerjakan Manus, termasuk pelacakan sel surya lembaga eksekutip top dari penggabungan riset USA.

“`

(Sementara ing, awal, muncul rangkap merah an ada satu salah terkait “persaiangan”- yg mungkin tetapi salah) tidak berkahir baik is selatan patuh hasil lembaga …

MEMBACA  Apakah Perdana Menteri baru Prancis dapat menyatukan lanskap politik yang terpecah? | Berita Politik

Tinggalkan komentar