Perdebatan Jerman soal Rencana Wajib Surat Sakit di Hari Pertama

Pemerintah koalisi Jerman baru saja mengumumkan perubahan aturan cuti sakit yang langsung memicu perdebatan. Mulai sekarang, pekerja di Jerman harus memberikan surat dokter kepada perusahaan pada hari pertama mereka sakit.

Perubahan ini juga menghapus kebiasaan mendapatkan surat dokter lewat telepon, yang sebelumnya diperbolehkan selama pandemi Covid-19.

“Jumlah hari sakit di Jerman sudah terlalu tinggi,” kata Kanselir Friedrich Merz.

Selama ini, pekerja hanya perlu menunjukkan surat dokter jika tidak masuk kerja lebih dari tiga hari, atau pada hari keempat. Namun perusahaan sebenarnya sudah bisa memintanya lebih awal.

Rencana ini disepakati oleh partai CDU milik Merz dan mitra koalisinya, SPD.

“Ini keputusan yang berat,” kata Merz. “Tapi kita tidak bisa terus menerus dirugikan dalam persaingan karena angka ketidakhadiran kerja yang tinggi.”

Menurut Merz, pemerintah tidak bisa menerima angka cuti sakit yang disebutnya “berlebihan” setelah pandemi berakhir. Ia mengatakan Jerman akan kembali ke aturan seperti sebelum Covid-19.

“Di saat yang sama, setiap perusahaan juga bisa membuat kesepakatan sendiri,” ujar Merz kepada ARD TV.

Kelompok dokter sangat mengkritik rencana ini. KBV, asosiasi yang mewadahi dokter asuransi kesehatan, menyebut kebijakan itu “hampir gila” karena memaksa ribuan orang datang ke rumah sakit hanya untuk mengisi formulir.

“Siapa pun yang batuk atau terkena infeksi saluran pencernaan harusnya beristirahat di tempat tidur, bukan antre di klinik yang penuh sesak,” tulis KBV dalam pernyataan resminya.

Asosiasi Dokter Umum juga memperingatkan bahwa kasus-kasus infeksi ringan yang hanya perlu istirahat satu atau dua hari akan mulai memenuhi ruang tunggu dokter.

Vice-Kanselir dan ketua SPD, Lars Klingbeil, mencoba menenangkan suasana. Ia mengatakan kepada RTL TV bahwa ia sedang mencari solusi yang lebih praktis.

MEMBACA  Koneksi NYT Hari Ini: Edisi Olahraga Petunjuk, Jawaban untuk 17 Januari, #116

“Kita harus memberlakukan aturan yang masuk akal atas rencana dari komite koalisi ini,” katanya.

Menteri Ketenagakerjaan Bärbel Bas yang juga dari SPD merasa aturan surat dokter di hari pertama sakit bukan usulannya. “Saya akan selidiki apakah aturan ini benar-benar berguna atau hanya bikin masalah,” kata Bas.

Pimpinan fraksi CDU, Jens Spahn, justru membela rencana tersebut. Ia tunjukkan kalau tingkat cuti sakit di Jerman termasuk yang tertinggi di Uni Eropa.

“Kita punya angka sakit sekitar 18 hari per karyawan dalam setahun,” jelasnya. “Dan orang yang benar-benar sakit ya harusnya boleh tinggal di rumah.”

Perubahan ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran di bidang pajak, ketenagakerjaan, dan pensiun untuk menyelamatkan ekonomi Jerman.

Tinggalkan komentar