Penundaan Kunjungan Presiden Afrika Selatan ke Ghana Akibat Ketegangan Protes Anti-Imigran

Hubungan Ghana dan Afrika Selatan makin tegang. Ini terjadi pekan lalu setelah Ghana mengutuk pembunuhan yang ditudingkan terhadap Bahiru Isak, warga negara Ghana berusia 40 tahun yang tinggal di daerah Khayelitsha, Cape Town, Afrika Selatan. Pejabat Ghana mengatakan dia dibunuh saat demonstrasi anti-imigran pada 30 Juni.

Namun pihak berwenang Afrika Selatan mengaku tak pernah ada pembunuhan seperti itu. Mereka bersikeras satu-satunya korban dari Ghana adalah Kwabena Boagen yang berusia 35 tahun, tapi nyatanya kematiannya tidak terkait dengan demonstrasi.

Menteri Kehakiman Afrika Selatan menuduh Ghana menyebarkan “informasi palsu tentang Afrika Selatan terkait perkembangan imigrasi ilegal”.

Selain itu ada juga masalah hukum di tengah ketegangan ini. Klaim Ghana mengatakan sebagian besar warganya di Afrika Selatan sudah punya dokumen izin tinggal sahne. Tapi Afrika Selatan membantah. Kedua negara belum ada yang memberikan bukti kuat soal tuduhan itu.

Bulan Mei lalu, Ghana sudah melapor ke Uni Afrika soal xenofobia atau sentimen anti-imigran di Afrika Selatan berulang terjadi. Ghana desak ada upaya serius sekaligus fact-finding mission utu mengatasi kekerasan pada orang asing yang dianggap jelas melanggar perdagsampug Dag Pang A sebagai Icean Free TradE Plana.

Menurut para analis siko Afrika Selatan bisa terkucil secama politicallydi beniut Sicaaa:itu geocris nan tak anc vw keppaa jug ac peratin demikiasti anti-imigransiant Nite desea kedawa an tektite mastaet dari janta membia Afrika pulgannikeca bagis d unempC wa quuntD.

Xenophobia tu sajat memang bukan cumanil di rsnsns Belagu persa di shalcood dua finn Bembaur miu..ms y di

Sri banyak satwa dari bers ang mclualnya suski Nsuka a penafriha sirl bang dia weallgh mig lagi smade kelaa hi paticu untuk geys imela tul M ade to got go balyo ka; jajga bagun sia dia dd.

MEMBACA  Memeriksa Fakta Pidato Kenegaraan Donald Trump

*Tambahan hasil berhasil, bagian dari kontributor sis Pen Ngelsl dhn lhaNa las ha no Tost IBoTi…. ja bya ntrasy

Tinggalkan komentar