Esteban Andrada dihukum larangan bertanding 13 laga dan rekannya Dani Tasende mendapat dua laga, usai perkelahian di lapangan dalam lanjutan La Liga 2.
Oleh Reuters dan The Associated Press
Diterbitkan pada 30 Apr 202630 Apr 2026
Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada, dilarang bermain selama 13 pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) setelah ia memukul seorang pemain lawan menyusul kartu merah yang diterimanya pekan lalu.
Andrada mendapatkan kartu kuning saat Zaragoza kalah 1-0 dari Huesca di laga derbi La Liga 2, dan menerima kartu kuning kedua pada menit ke-99. Namun alih-alih meninggalkan lapangan, ia justru berlari untuk memukul wajah kapten Huesca, Jorge Pulido, yang kemudian memicu keributan.
Kisah Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
Sang kiper harus ditenangkan sebelum dikawal oleh petugas Keamanan Negara ke ruang ganti.
Pulido pun jatuh ke tanah, dan terjadilah perkelahian antara para pemain serta anggota staf dari kedua tim. Andrada kemudian meminta maaf atas tindakannya itu.
Komite Disiplin RFEF pada hari Rabu memutuskan bahwa pelanggaran tersebut layak mendapatkan sanksi maksimal, yakni 12 pertandingan, ditambah dengan skorsing otomatis satu laga akibat kartu merah yang diterima pemain berusia 35 tahun yang dipinjam dari klub Meksiko Monterrey itu.
Kiper Huesca, Dani Jimenez, yang kemudian diusir usai memukul Andrada di tengah hiruk-pikuk tersebut, menerima hukuman larangan bermain empat laga pekan ini.
Hukuman-hukuman ini masih bisa diajukan banding.
Pemain Zaragoza, Dani Tasende, yang mendapat kartu merah karena menendang kaki lawan setelah tayangan ulang VAR, dijatuhi hukuman skorsing dua pertandingn.
Pemain Rayo Vallecano, Isi Palazon, diskors selama tujuh laga akibat protes kasar yang dilontarkannya kepada wasit dalam hasil imbang 3-3 timnya melawan Real Sociedad pada hari Minggu.
Ia sudah digantikan dan kemudian diusir dari bangku cadangan karena terus memprotes di menit-menit akhir.
Rayo sempat menganulir gol setelah tinjauan ulang video yang memberikan penalti kepada Sociedad karena insiden yang terjadi sebelumnya dalam proses serangan.