Penggemar Club Brugge Dipenjara karena Menyamar Sebagai Borat di Kazakhstan

Club Brugge bertandang ke Kazakhstan untuk menghadapi Kairat Almaty dalam fase liga UEFA Champions League.

Diterbitkan Pada 22 Jan 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

share2

Pendukung Club Brugge yang mengenakan ‘mankini’—pakaian yang dipopulerkan oleh karakter satir Borat—saat menyaksikan laga Champions League tim mereka melawan Kairat Almaty pada Selasa, telah dihukum penjara di Kazakhstan selama lima hari atas tuduhan menunjukkan sikap tidak hormat, demikian dilaporkan media Belgia pada Kamis.

Ketiga pria itu ditangkap di tribun Astana Arena saat mengenakan pakaian renang tersebut, yang pernah dikenakan oleh aktor-komdian Inggris Sacha Baron Cohen dalam filmnya: Borat! Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan, yang menyindir Kazakhstan dan Amerika Serikat.

Artikel Rekomendasi

Lebih dari 500 pendukung Club Brugge menempuh perjalanan hampir 6.000 km (3.700 mil) untuk menyaksikan pertandingan pada Selasa itu, dengan ketiga pria tersebut kemudian membuka pakaian dan hanya mengenakan kostum hijau neon yang tipis sebelum akhirnya dibawa oleh polisi.

“Tiga pria melakukan tindakan selama pertandingan sepak bola yang menunjukkan ketidakhormatan dan mengganggu ketertiban umum,” bunyi pernyataan kepolisian Astana yang dilaporkan media Belgia pada Kamis.

“Petugas kepolisian menangkap tiga suporter asing tersebut dan membawa mereka ke kantor polisi.”

Kepolisian juga menyatakan bahwa proses administratif telah dimulai atas tuduhan mabuk di tempat umum dan kekacauan ringan. Mereka dijatuhi hukuman lima hari penjara pada Rabu.

Kementerian Luar Negeri Belgia menyatakan sedang memantau perkembangan situasi. “Kami memberikan dukungan konsuler yang diperlukan kepada warga negara kami. Namun, dengan alasan privasi, kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut,” demikian pernyataan mereka.

MEMBACA  AS Tetapkan Batas Waktu Akhiri Status Perlindungan Sementara untuk Imigran Haiti | Berita Migrasi

Pemeranan Baron Cohen sebagai Borat, seorang jurnalis fiktif dari negara bekas Uni Soviet itu, memainkan stereotip yang dipegang masyarakat Barat tentang negara Asia Tengah tersebut, sambil menyindir Amerika Serikat, tempat Borat berusaha menjebak politisi dan lainnya untuk mempermalukan diri mereka sendiri.

Film tahun 2006 itu sempat memicu kemarahan di Kazakhstan, di mana pihak berwenang awalnya tidak menganjurkan pemutarannya dan mengancam akan mengambil tindakan hukum atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap karakter bangsa. Namun, untuk film lanjutannya pada 2020, negara itu justru mengadopsi slogan khas Borat “Very Nice!” dalam upaya mempromosikan pariwisata.

Tinggalkan komentar