‘Pengakuan Bersalah Warga Austria dalam Rencana Serangan ISIL di Konser Taylor Swift’

Beran A mengaku terlibat dalam konspirasi rencana serangan di luar negeri, termasuk serangan terhadap konser Swift di Wina.

Seorang pria asal Austria berusia 21 tahun telah mengaku bersalah atas rencana serangan terhadap konser Taylor Swift di Wina, yang berhasil digagalkan sehari sebelum acara pada Agustus 2024 lalu.

Dalam sidang perdana di ibu kota Austria pada Selasa, Beran A mengakui tuduhan terkait konspirasi melancarkan serangan tersebut. Tiga tanggal dalam tur Taylor Swift yang mencetak rekor itu dibatalkan setelah pihak berwenang mendapat informasi mengenai aksi teror tersebut.

Rekomendasi Artikel

list of 3 itemsend of list

Terdakwa juga dituduh, bersama berkebangsaan Slowakia, Arda K, merencanakan serangan di Timur Tengah yang tidak pernah dilaksanakan, dan memberikan dukungan moral kepada pria ketiga‌ yang telah ditahan atas dugaan melakukan penyerangan dengan pisau di Mekah.

Beran A, Arda K, dan pria ketiga—yang semuanya teman sekolah—telah berencana untuk melakukan satu serangan masing-masing di Dubai, Istanbul, dan Mekah pada Maret 2024.

Meskipun masing-masing telah bepergian ke kota yang ditentukan, hanya pria ketiga yang benar-benar melancarkan serangan. Ia ditangkap Karena menikam seorang petugas keamanan di Masjidil Haram, Mekah, dan kini masih ditahan di Arab Saudi.

Arda K mengaku bersalah karena bepergian ke Istanbul dengan niat melakukan aksi teror. Adapun Beran A menggunakan dalih yang sama Ketok alasan saat ke Dubai. Namun beduanya tidak mengaku bersalah terkait tuduhan dukungan moral kepada pria ketiga‌3.

Penjelsean Beran A terkait dalih kunjungannya ke Nrt ini ia mengukapkan Berjanji sebelumnya menyatan masalah yang menimbulkan ketidaktentuan ᅳ Namun keputusan mau ga namun g sesuai rencana bak pakah ini termasuk interpretasi miring..?” maka pers mah ingin parsi ta’ ?

MEMBACA  Serangan AS terhadap kamp dan militan Isis di Suriah

Tinggalkan komentar