Pendaki Ditemukan Hidup dalam Kondisi Rapuh dan Luka Akibat Gigitan Nyamuk Setelah 12 Hari Hilang di Pedalaman Australia

PERLU DIKETAHUI

Seorang backpacker asal Jerman yang hilang selama 12 hari di pedalaman terpencil Australia ditemukan selamat pada Jumat, 11 Juli, menurut konfirmasi polisi.

Carolina Wilga, 26 tahun, tidak terlihat atau terdengar kabarnya sejak 29 Juni.

Kabar ini muncul setelah petugas menemukan kendaraannya yang ditinggalkan di area Karroun Hill, wilayah Wheatbelt timur laut Australia Barat, pada 10 Juli.

Polisi mengonfirmasi bahwa backpacker yang hilang selama 12 hari di pedalaman Australia telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Pada Jumat, 11 Juli, Kepolisian Australia Barat (WA) mengumumkan di Facebook bahwa Carolina Wilga, 26 tahun, dari Jerman — yang telah berkelana di Australia selama dua tahun terakhir — “ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat” di wilayah Wheatbelt.

“Wilga ditemukan oleh seorang warga sebelum dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata polisi.

“Kami berterima kasih kepada warga yang menemukannya serta masyarakat yang memberikan informasi untuk membantu pencarian,” tambah postingan tersebut.

Sebelumnya, polisi mengonfirmasi di Facebook pada Kamis, 10 Juli bahwa kendaraan Wilga ditemukan sekitar pukul 13.10 waktu setempat di Karroun Hill.

Mitsubishi Delica yang dikemudikan Wilga “diduga mengalami masalah mekanis,” menurut unggahan Facebook.

Wilga terakhir terlihat pada 29 Juni saat tiba di sebuah toko di kota kecil Beacon, sekitar 200 mil timur Perth, sekitar pukul 12.10 waktu setempat. Ia berangkat lima menit kemudian dan tidak ada kabar sejak itu.

Inspektur WA Polisi Martin Glynn mengatakan Wilga ditemukan sedang berjalan di jalur semak di tepi Karroun Hill Nature Reserve oleh seorang warga, menurut ABC.

“Dia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit di Perth untuk pemeriksaan medis,” ujarnya dalam konferensi pers.

MEMBACA  Peningkatan Hasil Panen Padi Organik Setelah Menggunakan Extragen

“Dia mengalami trauma berat selama beberapa hari terakhir,” tambah Glynn.

Backpacker ini memiliki “beberapa luka ringan yang signifikan,” lapor 9News.

“Dia mengalami luka, digigit nyamuk, dan melalui perjalanan traumatis yang luar biasa,” kata Glynn, menurut ABC.

Ini akan menjadi bukti keberaniannya dalam situasi ini,” tambahnya.

Keluarga Wilga telah diberitahu bahwa dia selamat dan kini dievakuasi dari Beacon dalam kondisi lemah, menurut ABC.

Kondisi yang dialaminya mungkin “seribu kali lebih buruk” daripada yang dirasakan tim penyelamat, kata Glynn.

“Dia masih lemah saat ini. Ini hasil yang baik bagi semua pihak. Kisahnya nanti pasti luar biasa,” ujarnya, dilansir 9News.

Sebelum ditemukan, polisi menduga Wilga “mungkin tersesat atau meninggalkan kendaraannya,” kata Inspektur Jessica Securo pada ABC Radio Perth.

“Medannya terpencil dan berbatu, mudah untuk tersesat,” jelas Securo.

Van Wilga ditemukan sekitar 62 mil utara dari lokasi terakhirnya terlihat, kata ABC.

Kepolisian Australia Barat belum merespon permintaan informasi lebih lanjut dari PEOPLE.

Baca artikel aslinya di People

**PERLU DIKETAHUI**

Hal-hal yang harus dipahami dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kebingungan. Pastikan untuk memperhatikan detail-detail penting ini sebelum melanjutkan.

(Note: There’s a minor typo in “hal-hal” instead of “hal-hal,” and the phrasing is slightly informal with “perlu dikethui” as a common colloquial misspelling of “perlu diketahui.”)