Pengunduran Diri Penasihat Hukum Goldman Sachs Terkait Jeffrey Epstein
Pengunduran diri Ruemmler menyusul terungkapnya surel yang menunjukkan hubungannya dengan almarhum pelaku kejahatan seksual.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Ditulis oleh [Nama Penulis]
Diterbitkan pada 13 Feb 2026
Penasihat hukum utama di Goldman Sachs, Kathy Ruemmler, mengumumkan pengunduran dirinya setelah terungkap hubungannya dengan almarhum finansir dan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Langkah ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS merilis berkas penyelidikan terbaru mengenai Epstein, yang menunjukkan Ruemmler menerima hadiah, memberi nasihat reputasi, dan menyamakannya dengan kakak laki-laki.
Rekomendasi Cerita
CEO Goldman Sachs David Solomon mengkonfirmasi pengunduran diri tersebut dalam pernyataan Kamis, dan menyatakan hormat atas keputusannya.
“Sepanjang masa jabatannya, Kathy merupakan penasihat umum yang luar biasa. Kami berterima kasih atas kontribusi serta nasihat bijaknya dalam berbagai masalah hukum krusial bagi perusahaan,” ujar Solomon dalam pernyataan kepada Al Jazeera.
“Sebagai salah satu profesional paling mumpuni di bidangnya, Kathy juga merupakan mentor dan teman bagi banyak insan kami, dan kepergiannya akan dirindukan,” tambahnya.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Ruemmler—yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Gedung Putih di era Presiden Barack Obama—mengatakan akan mengundurkan diri sebagai Kepala Petugas Hukum dan Penasihat Umum pada akhir Juni.
Ruemmler menyebut sorotan media atas hubungannya dengan Epstein, yang meninggal dalam tahanan pada 2019 menunggu tuduhan perdagangan seks, telah menjadi “gangguan”.
Ia sebelumnya telah menyatakan penyesalan mengenal Epstein, dan membantah memberikan representasi hukum atau membelanya di depan pihak ketiga manapun.
Ruemmler adalah figur terbaru dari sederetan nama ternama dan berkuasa yang mengundurkan diri atau menghadapi pemeriksaan hukum terkait kasus Epstein.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Kabinetnya, Chris Wormald, dalam upaya meredam kontroversi terkait pengangkatan Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk AS, yang hubungannya dengan Epstein memicu penyelidikan polisi atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
Sementara itu, kepolisian Norwegia menggeledah properti mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland sebagai bagian dari penyelidikan korupsi yang berfokus pada asosiasinya dengan Epstein.