Pelatih Hoki Es Akui Memalsukan Sertifikat COVID untuk Masuk Olimpiade China | Berita Olimpiade

Hoki Es Swiss akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia pada Mei mendatang, namun dihadapkan pada pertanyaan seputar dokumen Olimpiade pelatih yang dipalsukan.

Diterbitkan Pada 14 Apr 202614 Apr 2026

Pelatih Hoki Es Swiss, Patrick Fischer, mengakui bahwa ia menggunakan sertifikat vaksin COVID-19 palsu untuk mengakali pembatasan perjalanan China menjelang Olimpiade Musim Dingin 2022, di mana ia memimpin negaranya.

Dalam sebuah pernyataan, Fischer, yang masih bertugas sebagai pelatih tim nasional, menyatakan bahwa ia melakukan “kesalahan serius dalam hal ini” dengan bepergian ke Beijing bersama tim putra menggunakan dokumen yang tidak asli.

Rekomendasi Cerita

list of 4 items
end of list

“Saya sungguh menyesal jika telah mengecewakan banyak orang dengan situasi ini,” kata Fischer. “Saat itu saya berada dalam krisis pribadi yang luar biasa karena tidak ingin divaksinasi. Di waktu yang sama, saya jelas tidak ingin mengecewakan tim saya di Olimpiade.”

Penyiar publik Swiss, SRF, menyatakan telah mengonfrontasi Fischer dengan dokumen yang menunjukkan ia didenda hampir 39.000 franc Swiss ($50.000) oleh otoritas setempat pada 2023 atas pemalsuan dokumen, setelah membeli sertifikat tersebut di media sosial. SRF menyebutkan Fischer kemudian mengakui perbuatannya tak lama setelahnya.

Swiss akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia bulan depan. Fischer sendiri sudah direncanakan untuk mengundurkan diri setelahnya, dan Federasi Hoki Es Swiss menyatakan persoalan ini dianggap selesai.

Fischer merupakan salah satu pelatih hoki paling sukses dalam sejarah Swiss. Ia menjabat sejak 2015 dan membawa tim ke tiga Olimpiade, serta memenangkan tiga medali perak di Kejuaraan Dunia.

Timnya mencapai perempat final pada Olimpiade 2022, di mana tes COVID-19 merupakan syarat wajib, dan liga National Hockey League absen karena pandemi.

MEMBACA  Zelensky Mengangkat Mantan Jenderal Top Ukraina sebagai Duta Besar ke Inggris.

Menjelang Olimpiade 2022, China menerapkan beberapa aturan COVID-19 paling ketat di dunia. Mereka bersikeras bahwa atlet yang berangkat harus sudah divaksinasi atau menjalani karantina tiga minggu di hotel, seperti yang dilakukan atlet snowboard Swiss, Patrizia Kummer.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) belum langsung memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Tinggalkan komentar