Paska Nagorno-Karabakh, Warga Armenia Memilih Damai daripada Nasionalisme | Pemilu

Pada miting politik di ibu kota Armenia, Yerevan, Sabtu lalu sehari sebelum pemilihan umum, Perdana Menteri Nikol Pashinyan, yang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan topi bisbol merah bergaris, menunjukkan tatapan penuh tekad.

Dikelilingii para pendukung yang melambai-lambaiiii dan membentuk gestur taiang khas hati simbol kampanyenya, Pashinyan bertengan impuan di atas panggung utama, memukul-mukul drumkit–secara ha‘ariahi’i hhuru [ican-dukungan dengan tabuhan drum.<h2 diar "class"lebihlanj<a_

Story Yang Direkomendasikan
<//li>Liste[ dariisian]list<List[end>

<Pindd <a’re[r TAKnF_namaNO<a Al[a[Jaze][(/2026ja/r[)= ="D / mJ/Tv DTI[iQ][v]ndil ‘unDukungn.Pv 3/"TTenggu.’ L[[12_ten .
M en&is = -]=tr =MSeunt…;u>

MelWal HariUn pnc pada the_: a<h . Kam y/[[/>b ==i"><div)> sTR, cl " R dbr l H" >
_p_BRNNDJ<KONT["[P]gan… =iv +=De ‘ * Z [
.INCON ="__F / nANo-[li) >=5/><>< Dia merujuk pada kisah peringatan dari negara Kaukasus lainnya.

"Di Georgia, upaya untuk merongrong pemerintahan yang reformis dan pro-Barat serta mengubah arah negara itu menjadi lebih pro-Rusia memakan waktu lebih dari 15 tahun," ujarnya.

Pada saat yang sama, Moskow masih memiliki pengaruh ekonomi yang sangat besar terhadap Yerevan, kata para analis.

Rusia tetap menjadi tujuan ekspor utama bagi produk pertanian dan anggur Armenia, merupakan sumber utama impor kritis seperti gandum, dan memasok negara itu dengan gas yang sangat didiskon, catat Poghosyan.

"Karena Rusia memiliki kapasitas untuk menimbulkan dampak ekonomi yang parah, Yerevan harus bertindak hati-hati untuk melindungi kepentingan intinya tanpa sepenuhnya memutuskan hubungan dengan Moskow," katanya.

Shiriyev menambahkan bahwa banyak orang Armenia bekerja di Rusia, dengan keluarga yang bergantung pada kiriman uang, dan ikatan bisnis yang sangat dalam.

"Sebaliknya, integrasi Barat masih terasa abstrak dan tidak pasti bagi banyak pemilih. Itulah mengapa kekuatan pro-Rusia masih bisa mendapatkan daya tarik, bahkan ketika citra politik Rusia di Armenia telah melemah," katanya.

MEMBACA  Warga Kangkangi Arsenal dan Liverpool di Puncak Klasemen Liga Inggris.

Sebuah hambatan konstitusinal

Namun, meskipun terpilihnya kembali Pashinyan telah memperkuat posisinya dalam proses perdamaian negara tersebut, hal itu belum menyelesaikan satu titik krusial mengenai perubahan konstitusi untuk memastikannya, kata Shiriyev.

Azerbaijan telah menuntut perubahan pada konstitusi Yerevan sebagai cara untuk menjamin bahwa tidak ada pemerintah Armenia di masa depan yang dapat menghidupkan kembali klaim terkait Nagorno-Karabakh atau integritas teritorial Azerbaijan.

"Tetapi Pashinyan tidak memiliki mayoritas dua pertiga yang diperlukan untuk bergerak dengan mudah menuju referendum, dan bahkan sebuah referendum pun akan menjadi tidak pasti secara politis," kata Shiriyev.

Pemilu ini, kata Cornell, adalah "kondisi yang diperlukan tetapi tidak cukup bagi proses perdamaian untuk maju".

Poghosyan memperingatkan bahwa jika Baku menolak untuk melepaskan prasyarat ini, "perjanjian damai akan tetap terhenti, membuat kedua negara terperangkap dalam situasi yang tidak stabil antara ‘tidak ada perang, tidak ada damai’."

Namun, dalam hal normalisasi regional, prospeknya telah berubah.

Sejak perjanjian damai bilateral ditandatangani di Gedung Putih pada bulan Agustus lalu, Azerbaijan telah mencabut pembatasan pada perdagangan dan transit dengan Armenia serta memulai kembali pembicaraan tentang deliniasi perbatasan – langkah-langkah yang, menurut Giragosian, juga telah mempercepat pembukaan untuk normalisasi Armenia-Turki.

"Bagi Armenia," kata Shiriyev, "Barat mungkin menawarkan jalan, Rusia semakin bertindak sebagai penghalang jalan, dan normalisasi dengan Azerbaijan serta Turki adalah hadiah yang sesungguhnya."

Tinggalkan komentar