Pihak Kabul sebelumnya juga menuduh Islamabad melakukan serangan tanpa provokasi yang menewaskan warga sipil—meskipun Pakistan mengatakan pihaknya hanya menyasar militan.
Kedua negara sebenarnya sepakat gencatan senjata pada Oktober lalu setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan mematikan. Namun seperti perjanjian damai yang dimediasi pihak internasional sebelumnya, gencatan senjata itu akhirnya bubar.
BBC tidak bisa memverifikasi secara independen angka korban yang diklaim oleh pemerintah Pakistan dan Taliban dalam serangan terbaru ini.
Pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan serangan itu menghantam rumah-rumah warga sipil, sementara Pakistan mengklaim serangan itu menyasar tempat persembunyian militan di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar, Afghanistan.
Menurut pejabat Taliban, sebagian besar korban terkonsentrasi di Mandikhel, sebuah desa di provinsi Paktika.
Serangan pada hari Minggu itu terjadi sehari setelah tiga anggota Sindh Rangers, pasukan paramiliter Pakistan, tewas di markas mereka di Karachi, berdasarkan pernyataan militer Pakistan. Tiga militan juga tewas dalam serangan bunuh diri itu, dan pejabat Pakistan mengatakan mereka telah menangkap satu tersangka lain yang berasal dari Afghanistan.
Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi pecahan dari TTP, mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu tersebut.
Baik TTP—yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan—maupun Jamaat-ul-Ahrar sudah dilarang di Pakistan dan oleh PBB karena keterlibatan mereka dalam serangan-serangan sebelumnya.
Bentrokan perbatasan dan serangan udara yang terjadi secara sporadic di daerah perbatasan telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa bulan terakhir, menurut keterangan pejabat di kedua negara.
Pada bulan Februari, bentrokan antara kedua negara menewaskan puluhan orang. Pada bulan Maret, serangan Pakistan terhadap sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul menewaskan ratusan orang.
Awal Juni lalu, Pakistan meluncurkan serangan udara mematikan yang menewaskan 26 militan. Pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan 13 orang, kebanyakan anak-anak, juga tewas dalam serangan itu.