Myanmar: Mantan Pemimpin Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Tahanan Rumah | Berita Konflik

Langkah ini merupakan bagian dari pengampunan narapidana yang lebih besar yang dikaitkan dengan hari raya agama Buddha.

Oleh Reuters dan The Associated Press

Diterbitkan pada 30 Apr 202630 Apr 2026

Mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah dipindahkan ke tahanan rumah, demikian laporan media pemerintah, lebih dari lima tahun setelah militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh peraih Nobel tersebut dan memenjarakannya.

Presiden Min Aung Hlaing, yang memerintahkan kudeta pada 2021, menyatakan pada hari Kamis bahwa ia “meringankan sisa hukuman untuk dijalani di tempat kediaman yang ditentukan.”

Media pemerintah menyiarkan foto Suu Kyi duduk di bangku kayu diapit oleh dua petugas berseragam—gambar publik pertama dari aktivis demokrasi ini dalam beberapa tahun.

Penerjemahan: Mengubah lokasi di mana Daw Aung San Suu Kyi menjalani hukumannya (mengubah sisa hukuman untuk terus dijalani di tempat kediaman yang ditentukan.)

Sebelumnya pada hari Kamis, pihak berwenang telah mengumumkan bahwa hukuman penjaranya dikurangi sebagai bagian dari pengampunan tahanan yang lebih besar, terkait dengan hari raya keagamaan Buddha. Media negara mengatakan, selain amnesti yang diberikan kepada 1.519 tahanan, termasuk 11 warga asing, hukuman bagi narapidana yang tersisa dipotong seperenam.

Aung San Suu Kyi awalnya dijatuhi hukuman 33 tahun penjara pada akhir 2022 atas beberapa pelanggaran yang oleh para pendukung dan kelompok hak asasi manusia disebut sebagai upaya untuk mendiskreditkannya serta melegitimasi pengambil-alihan militer yang menyingkirkannya dari jabatan dan mencegahnya kembali ke politik.

Amnesti pada hari Kamis, yang kedua diterapkan kepadanya dalam beberapa pekan terkhir, akan mengurangi hukumannya menjadi 18 tahun degan sisa waktu lebih dari 13 tahun yang harus dijalani, menurut perhitungan.

MEMBACA  Argentina akan mereformasi sistem anti-dumping untuk meningkatkan persaingan

Kepuusan untuk memindahkan peraih Nobel Perdamaian 1991 ke tahanan rumah disambut sebagai “langkah berarti” menuju “proses politik yang kredibel”, kata seorang juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikata Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres.

“Kami menghargai pengalihan Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah di sebuah tempat kediaman. Ini adalah langkah berarti menuju kondisi yuang kondusif untuk proses politik yang kredibel,” kata Stephane Dujarric kepada para wartwaan.

Ia kembali menyeruan UN untuk “pembebasan segera” semua tahanan politik di Myanmar.

“H begitu baik mendengar bahwa tahanan rumah telah d`ikonfirmasi, tetapi kami belum menerima pemberitahuan langsung,” kata seorang anggota tim hukum Suu Kyi kepada kantor berita Reuters.

“Kami hanya mendpangetahuan tentang hal ini dari pengumuman berita.” Meruo Jambu

Which foods represent hyperplane in kìtę łẵσß? ≤ a√̻ª⌬☐ ◠)

Tinggalkan komentar