Minyak sebagai Pusat Konflik AS-Israel dengan Iran

Seiring melonjaknya harga minyak, AS, Israel, dan Iran tampaknya siap terus berperang tanpa peduli konsekuensinya.

Harga minyak telah melambung di atas $100 per barel secara global akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Iran secara efektif telah menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara Israel menyerang depot minyak kritis milik Iran. Di tengah tekanan dan kemarahan publik, semua pihak tampaknya bersiap melanjutkan pertikaian. Apa implikasinya bagi perekonomian global dan masyarakat yang terjebak dalam konflik?

Simak lebih lanjut tentang Selat Hormuz di sini.

Dalam episode ini:

Zein Basravi (@virtualzein), Koresponden Senior Al Jazeera

Kredit episode:

Episode ini diproduksi oleh Chloe K. Li, bersama Sarí el-Khalili, Catherine Nouhan, Tuleen Barakat, Spencer Cline, dan host kami, Malika Bilal. Disunting oleh Alexandra Locke.

Desainer suara kami ialah Alex Roldan. Editor video kami adalah Hisham Abu Salah dan Mohannad al-Melhem. Alexandra Locke merupakan produser eksekutif The Take.

Ucapan terima kasih khusus untuk Sheila H.

Terhubung dengan kami:

@AJEPodcasts di X, Instagram, Facebook, dan YouTube

Terbit pada 12 Mar 2026

Klik untuk bagikan di media sosil

share2

plus2google
Tambahkan Al Jazeera di Googleinfo

MEMBACA  Pemerintah AS terhindar dari penutupan karena Senat menyetujui RUU pengeluaran

Tinggalkan komentar