Pihak berwenang menyatakan 26 orang meninggal di ibu kota sejak Jumat lalu akibat banjir yang merendam rumah-rumah dan menghanyutkan kendaraan.
Oleh AFP, Anadolu dan Reuters
Diterbitkan Pada 9 Mar 2026
Klik untuk berbagi di media sosial
share2
plus2google
Tambahkan Al Jazeera di Google
info
Setidaknya 42 orang tewas dalam banjir yang melanda Kenya selama beberapa hari terakhir, menurut pernyataan pemerintah.
Hujan deras telah memicu banjir bandang di beberapa wilayah negara itu sejak hari Jumat.
Artikel Rekomendasi
list of 3 items
end of list
Menteri Layanan Publik dan Program Khusus Kenya, Geoffrey Ruku, mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa polisi telah mencatat 42 kematian sejak saat itu, termasuk 26 di ibu kota Nairobi.
Polisi menyebutkan laporan kematian berasal dari berbagai kabupaten seiring hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah negara itu selama akhir pekan, merendam jalan-jalan serta mengganggu transportasi dan aktivitas sehari-hari di sejumlah kota. Banjir juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan mata pencaharian.
Di Nairobi, air bah menerjang permukiman di dataran rendah dan permukiman informal, merendam rumah serta menghanyutkan kendaraan seiring meluapnya sungai-sungai.
Kenya Airways juga menyatakan hujan tersebut mengganggu penerbangan menuju Nairobi dan memaksa beberapa pesawat dialihkan ke kota pesisir Mombasa.
Pada hari Sabtu, para pekerja kemanusiaan menjaring korban jiwa dari genangan air di seluruh penjuru ibu kota.
Presiden Kenya William Ruto menyatakan telah mengerahkan tim penanggap darurat, termasuk personel militer, untuk mengkoordinasi upaya penyelamatan, sembari menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak.
“Saya juga telah memerintahkan agar bantuan pangan dari cadangan strategis nasional segera disalurkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak banjir,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di media sosial pada Sabtu.
“Selain itu, Pemerintah akan menanggung biaya perawatan rumah sakit bagi mereka yang terluka atau terdampak banjir dan saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan publik,” tulis Ruto.
Pihak berwenang menyatakan bantuan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga yang terkena musibah tersebut.
“Banjir ini sekali lagi menegaskan perlunya solusi berkelanjutan yang mendesak untuk tantangan tahunan banjir di wilayah perkotaan kita,” kata presiden.
Para ilmuwan mengatakan pemanasan global memperparah banjir dan kekeringan di seluruh Afrika Timur dengan memusatkan curah hujan dalam durasi yang lebih singkat dan intens.
Negara-negara tetangga seperti Somalia dan Ethiopia juga terdampak.
Sebuah studi Atribusi Cuaca Dunia 2024 menemukan bahwa perubahan iklim telah membuat hujan dahsyat di kawasan ini menjadi dua kali lebih mungkin terjadi dibandingkan sebelumnya.
Palang Merah Kenya menyatakan ratusan rumah tangga di kabupaten-kabupaten tetangga juga terdampak, dengan luas lahan pertanian yang sangat besar turut hancur.
“Saya menyerukan upaya bersama antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan untuk menangani masalah ini, serta memahami mengapa bencana ini terjadi,” kata juru bicara Palang Merah, Munir Ahmed, kepada kantor berita AFP.