‘Mimpi Menjadi Nyata’: Demam Piala Dunia Membakar Los Angeles saat AS Kalahkan Paraguay | Berita Piala Dunia 2026

Di Los Angeles, Amerika Serikat – Dengan drapan bendera AS, Alex Saldivar nyaris tidak bisa menahan senyum lebarnya saat ia keluar dari stadion setelah Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1.

Bukan hanya timnya menang di pembuka Piala Dunia, mereka melakukannya di tanah sendiri – dan pemuda berusia 23 tahun itu bisa menyaksikannya.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, mimpi yang sangat serius. Saya tidak tahu harus berkata apa,” ujar Saldivar, sambil bergoyang dari sisi ke sisi, bergantian menumpu kaki.

Kegembiraannya merangkum hari bersejarah bagi sepak bola AS. Puluhan ribu suporter telah berbondong-bondong ke SoFi Stadium, menampilkan atraksi eksentrik berupa topi raksasa dan kostum bertema bendera AS.

Baju terusan bergaris putih dan merah, rambut biru-putih, celana penuh bintang, wajah dicat, dan setelan Paman Sam – para pendukung mewakili warna negara mereka dengan segala cara yang mungkin.

Ryan Schellhous, yang datang ke Los Angeles dari San Jose di California utara, berdandan secara harfiah dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan warna bendera AS, termasuk masker yang hanya memperlihatkan matanya. Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sangat menyenangkan memiliki Piala Dunia di AS.

“Ada banyak kegembiraan untuk sepak bola di Amerika saat ini, dan ini luar biasa,” kata Schellhous, seraya menambahkan bahwa ia berharap Tim AS akan melaju jauh di turnamen jika para pemain tampil maksimal.

Bagi banyak penggemar, Piala Dunia menawarkan kesempatan langka untuk merasakan Sepak bola pada level tertinggi. Dan mereka menikmati momen itu.

Michele Churchill, yang bepergian dari Virginia bersama tiga anaknya untuk hadir di pertandingan pembuka, menyebutnya sebagai acara “daftar keinginan”. Ketika ditanya tentang harga tiket yang selangit, ia mengatakan pengalaman itu sebanding.

MEMBACA  Mengonsumsi Produk Susu Sebelum Tidur Dapat Menyebabkan Mimpi Buruk, Menurut Studi

Churchill juga punya prediksi berani soal nasib tim AS di turnamen. “Mereka akan menang. Mereka akan merebut piala,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Penegakan hukum

Para penggemar mulai berdatangan ke stadion empat jam sebelum pertandingan. Satu orang mengenakan thobe ala Teluk dengan bendera AS sebagai sorban. Yang lain mengenakan pakaian mirip George Washington, presiden pertama AS.

Terlepas dari kekhawatiran tentang logistik dan organisasi, semuanya berjalan cukup lancar dengan ribuan staf dan relawan menjaga keamanan dan ketertiban. Berbagai lembaga penegak hukum hadir.

Administrasi Keamanan Transportasi menjaga pintu masuk untuk mengawasi pos pemeriksaan keamanan ala bandara. Agen dari Administrasi Penegakan Narkoba, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak? serta Departemen Keamanan Dalam Negeri juga ada di lokasi.

Di tingkat lokal, agen bersenjata lengkap dari Departemen Sheriff Los Angeles County juga dikerahkan di sekitar stadion, demikian pula petugas Polisi Inglewood. Banyak agen ditemani anjing pelacak. Sebelum keramaian mulai tiba, beberapa anjing dilatih berpose untuk foto di samping bola Piala Dunia raksasa di luar stadion.

Laporan bahwa Presiden Donald Trump mungkin hadir di pertandingan pertama akhirnya tidak terwujud, yang tampaknya melegakan banyak penggemar di Los Angeles yang sebagian besar liberal. Di dalam stadion, justru selebritas seperti Tom Cruise dan David Beckham yang mendapat sorakan dari penonton.

Atmosfer stadion

Butuh waktu bagi stadion untuk terisi penuh. Sekitar satu jam sebelum kickoff, selama bagian pertama upacara pembukaan yang menampilkan beberapa rapper, termasuk Future dan Rema, tempat itu masih hampir setengah kosong dan penonton diam.

Namun bersamaan dengan naiknya Katy Perry ke panggung sebelum peluit pertama, stadion mulai bergeliat, dan nyanyian “USA, USA” semakin nyaring. Sangat menonjol adalah penyerang Christian Pulisic yang mengguncang penonton dengan penampilannya di babak pertama, berlari lurus ke arah bek lawan dan menghasilkan umpan silang serta tembakan berbahaya.

MEMBACA  Kementerian bekerja sama dengan pihak swasta untuk mencapai nol kematian akibat demam berdarah

Nyanyian yang tadinya sayup-sayup berubah menjadi raungan memekakkan telinga saat AS mencetak gol pertama mereka dari gol bunuh diri Paraguay…

Tinggalkan komentar