Olivia Rodrigo resmi menyuarakan keprihatinannya tentang krisis kemanusiaan di Gaza lewat unggahan Instagram yang penuh emosi pada Sabtu lalu. Penyanyi Guts ini tak ragu menyoroti penderitaan warga Palestina dengan kata-kata yang tegas dan jujur.
"Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa hancur hati saya melihat kehancuran yang dialami rakyat tak bersalah di Palestina. Para ibu, ayah, dan anak-anak di Gaza kelaparan, dehidrasi, dan tak bisa mengakses perawatan medis dasar serta bantuan kemanusiaan," tulisnya.
Rodrigo juga mengecam kegagalan global dalam melindungi nyawa tak berdosa:
"Tak ada anak di Israel, Palestina, atau di manapun di dunia ini yang pantas menderita seperti yang kita saksikan sekarang. Ini mengerikan dan tak bisa diterima. Menyerah pada mereka berarti menyerah pada kemanusiaan kita bersama."
Bintang pop berusia 21 tahun itu mengakhiri pernyataannya dengan ajakan berdonasi ke UNICEF USA setelah ia sendiri turut menyumbang. Ia mendorong 36 juta pengikutnya untuk melakukan hal serupa jika mampu.
"Saya telah berdonasi ke UNICEF untuk membantu korban situasi mengerikan ini dan mengajak kalian melakukan hal yang sama jika memungkinkan," tambahnya.
Dalam unggahan tersebut, Rodrigo menyertakan link donasi ke situs UNICEF USA, organisasi yang telah memberikan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak Palestina di Gaza dan Tepi Barat sejak awal 1980-an.
Reaksi Beragam tapi Penuh Makna
Pernyataan Rodrigo langsung memicu tanggapan panas di media sosial. Ada yang memuji keberaniannya, sementara sebagian lain mengkritik waktu dan penyampaian pesannya.
"Olivia Rodrigo selalu jadi yang paling nyata di industri ini," cuit satu akun.
Namun, beberapa netizen kecewa karena ia baru berbicara sekarang dan masih menyebut Israel dalam postingannya.
Terlepas dari pro-kontra, banyak yang menekankan pentingnya figur pop sebesar Rodrigo mengambil sikap. "Inilah generasi baru," tulis seorang pengguna.
Tragedi Kemanusiaan di Gaza
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 57.762 warga Palestina tewas antara 7 Oktober 2023 hingga 9 Juli 2025, dengan 80% korban merupakan sipil. UNICEF mencatat lebih dari 14.500 anak-anak menjadi korban, sementara laporan lokal bahkan menyebut angka 17.400 anak.
Dengan pengaruhnya yang besar, langkah Rodrigo menunjukkan bahwa diam bukan lagi pilihan bagi publik figur di tengah krisis kemanusiaan ini.
Baca selengkapnya di Where Is The Buzz.