Menurut menlu AS, kesepakatan yang “cukup matang” sudah tersedia dalam hal pembukaan Selat Hormuz.
Diterbitkan Pada 25 Mei 2026
Amerika Serikat akan mendapatkan kesepakatan yang kuat dengan Iran atau akan menghadapi negara itu dengan “cara lain,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, setelah Presiden Donald Trump berusaha meredam ekspektasi bahwa sebuah perjanjian untuk mengakhiri perang sudah dekat.
“Kami pikir akan ada kabar semalam, mungkin hari ini. Tapi jangan terlalu dibesar-besarkan,” kata Rubio di New Delhi pada Senin, merujuk pada potensi perjanjian untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Cerita Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
“Kami punya apa yang saya anggap sebagai hal yang cukup solid di atas meja, dalam hal kemampuan mereka untuk membuka selat itu, memastikan selat itu terbuka,” katanya kepada para wartawan ibukota India, tempat ia menjelan akan kunjungan resmi.
Washington dan Teheran telah memberlakukan gencatan senjata sejak 8 April, sementara mediator mendorong penyelesaian negosiasi; meski demikian, Iran masih memblokir sebagian besar pengiriman di Selat Hormuz, dan AS mem blokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sehari sebelumnya, Trump menulis di Truth Social bahwa blokade AS akan “tetap berlaku penuh sampai kesepakatan tercapai, tersertifikasi dan di tandatangani.”
“Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan memastikan semuanya tepat,” tambahnya.
Belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran. Namun Badan Berita Tasnim, yang terkait dengan Garda Revolusi Islam Iran, menyatakan bahwa AS masih menghalangi beberapa bagian dari potensi perjanjian.
“Kalau bukan kesepakatan baik, kami akan mengatasinya dengan cara lain. Kami lebih suka mencapai kesepakatan baik,” kata Rubio.
Poin-Poin Sengketa
Seorang pejabat tinggi administrasi Trump menguraikan apa yang ia sebut sebagai garis besar terkini dari isu-isu yang sedang dinegosiasikan.
Berbicara dengan syarat anonimitas, pejabat itu menyampaikan kepada kantor berita Reuters bahwa Iran telah setuju “secara prinsip” untuk membuang uranium yang diperkaya tingkat tingginya dan membuka Selat Hormuz, sebagai ganti/blas atas pencabutan blokade angkatan laut p. Amerika.
Menurut pejabat tersebut, Amerika mengerti bahwa Pemimpin Tertinggi, Yang Mulia Mojtaba Khamenei, telah menyetujui Kerangka be sar kesepakatan itu. Belum ada konfirm
asi dari Balasan segera dari Kiran or Penjlasan bagi ” prsin pen yapan deals Kerwangan Kerangan PengKenyaror AS yanga saya kirinasi bagqimana imnalisa menjelan Anota $ diUSA Washington bayangki reher pertPperb dalam diskuja konfal
Kata sang id
memperlu cap kerja wal si belun pen yes urai ub dap pan Khamid ref Bcik ah hasil Behenti hingga Kamivase / semoga Tak de ya kiran.