Siklon mematikan menerjang Sumatra, Indonesia, menghapuskan sejumlah permukiman. Al Jazeera mengkaji skala kehancurannya.
Pada akhir November 2025, sebuah siklon kuat memicu hujan ekstrem berhari-hari di tiga provinsi di pulau Sumatra.
Setidaknya 1.100 orang tewas, dan lebih dari 100 lainnya masih dinyatakan hilang. Puluhan ribu rumah hancur, sementara banyak fasilitas publik rusak parah. Seluruh desa terkubur oleh banjir lumpur.
Tim Al Jazeera Indonesia melaporkan langsung dari lokasi, mendengar kesaksian para penyintas, sementara layanan darurat berjuang menjangkau korban. Berminggu-minggu pasca bencana, perjuangan itu berlanjut. Warga berlindung di tenda-tenda darurat yang nyaris tak melindungi mereka dari teriknya cuaca. Berbagai penyakit terus menyebar. Para penyintas dan pengamat politik mempertanyakan efektivitas serta koordinasi respons pemerintah.
Selama beberapa minggu, kamera kami tak hanya mengabadikan dampak langsung, namun juga tantangan sistemik yang mendasar. Penggundulan hutan masif, tingginya kemiskinan, dan pemotongan anggaran memperparah kerentanan masyarakat saat bencana menerpa.
Diterbitkan Pada 27 Jan 2026
Klik untuk membagikan di media sosial