Setidaknya lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah dua kereta berkecepatan tinggi anjlok akibat bertabrakan di Spanyol selatan pada Minggu malam.
Kecelakaan terjadi di dekat kota Adamuz, tak jauh dari Cordoba, ketika kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid keluar dari rel dan menabrak jalur di sebelahnya, demikian pernyataan operator jaringan perkeretaapian Adif.
Kereta kedua yang berjalan dari arah berlawanan, yakni dari Madrid ke Huelva, juga ikut tergelincir.
Layanan darurat Andalusia menyatakan sedikitnya 25 orang mengalami luka serius, sementara lainnya menderita cedera ringan.
Menurut Adif, tabrakan terjadi sekitar sepuluh menit setelah kereta berangkat dari Malaga pukul 18:40 waktu setempat (17:40 GMT). Seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia ditangguhkan pasca kejadian ini.
Iryo, perusahaan kereta swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga, mengonfirmasi kejadian anjloknya kereta dan menyebutkan ada sekitar 300 penumpang di dalamnya.
Salvador Jimenez, seorang jurnalis RTVE yang berada di salah satu kereta, mengatakan banyak orang yang dapat berjalan keluar tanpa cedera berat.
“Saya berada di gerbong pertama. Ada momen yang terasa seperti gempa bumi dan keretanya memang telah keluar dari rel. Mereka segera menghubungi untuk menanyakan apakah ada tenaga kesehatan yang dapat membantu, mereka membawa palu untuk memecahkan jendela dan akhirnya kami dievakuasi,” tambahnya.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan layanan darurat untuk membantu para korban, sementara Presiden Regional Andalusia Juanma Moreno menyampaikan keprihatinan serta dukungannya bagi para korban dan keluarga mereka.