Korban Tewas Meningkat Menjadi 11 Jiwa

Jumlah korban tewas dalam insiden longsor tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina tengah telah meningkat menjadi 11 orang, menurut pihak berwenang.

Longsor terjadi di TPA Binaliw, Kota Cebu, pekan lalu saat lebih dari 100 pekerja berada di lokasi. Tim penyelamat sejauh ini telah mengevakuasi 12 orang luka-luka dari reruntuhan, namun lebih dari 20 orang masih dinyatakan hilang.

Sebelumnya, seorang pejabat pemadam setempat mengatakan kepada AFP bahwa kecil kemungkinan “korban masih hidup” setelah tiga hari “tertimbun berton-ton puing”.

Namun, “tanda-tanda kehidupan” terdeteksi di dalam reruntuhan selama pencarian pada hari Senin, ujar Wali Kota Cebu Nestor Archival kepada GMA News, seraya menambahkan bahwa operasi masih dalam “mode penyelamatan”.

Insiden ini memicu seruan untuk penyelidikan penyebab longsor serta tinjauan ulang sistem pengelolaan sampah di negara tersebut.

Otoritas lingkungan hidup telah memerintahkan Prime Integrated Waste Solutions, Inc., operator TPA, untuk menangguhkan aktivitasnya di lokasi.

Perusahaan itu harus “menyerahkan rencana kepatuhan dalam waktu 90 hari,” menurut pernyataan Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam setempat pada hari Senin.

Departemen tersebut juga akan melakukan penyelidikan atas penyebab keruntuhan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang bersangkutan.

Para anggota parlemen menyerukan tinjauan terhadap sistem manajemen sampah nasional dan kondisi kerja para pekerja di sektor tersebut.

“Ini seharusnya tidak pernah terjadi,” ujar Senator Imee Marcos, yang telah meminta penyelidikan atas operasional TPA Binaliw, pada hari Senin. “Kita telah menyaksikan tragedi serupa sebelumnya, namun bahaya yang sama masih terus berulang.”

“Nyawa yang melayang di Cebu menuntut jawaban yang jelas dan reformasi yang nyata.”

Bienvinido Ranido, yang tinggal di dekat TPA dan memiliki istri yang bekerja di sana, mengatakan kepada Reuters bahwa ia melihat orang-orang berlarian dari lokasi pekan lalu, dengan menyebut “sampahnya meledak”.

MEMBACA  Mantan Direktur FBI James Comey Dihadapkan pada Dua Tuduhan

“Saya langsung naik motor dan buru-buru ke TPA. Saat tiba, saya lihat bangunannya sudah runtuh dan tertimbun sampah. Saya hanya bisa berteriak,” katanya. Jenazah istrinya berhasil ditemukan oleh penyelamat keesokan harinya.

Menurut koran The Freeman Cebu yang mengutip operator TPA, lahan TPA Binaliw memiliki luas 20 hektar (49 acre)—dengan tiga hektar di antaranya digunakan untuk area pembuangan.

Sementara penyebab longsor masih diselidiki, laporan awal dari Biro Pertambangan dan Geosains setempat menyoroti curah hujan yang terus-menerus beberapa pekan terakhir, yang membuat timbunan sampah semakin berat, serta beberapa faktor teknikal lainnya, sebagaimana dilaporkan media lokal.

Keberadaan TPA seperti ini umum ditemui di kota-kota besar Filipina seperti Cebu, yang merupakan pusat perdagangan dan gerbang transportasi bagi kawasan Visayas, kepulauan di bagian tengah negara itu.

Tinggalkan komentar