Kenaikan tarif balas dendam ini terjadi di tengah ketegangan lintas batas terkait narkoba ilegal dan nasib politikus Ekuador, Jorge Glas.
Diterbitkan Pada 10 Apr 202610 Apr 2026
Kementerian Perdagangan Kolombia mengumumkan akan menaikkan tarif untuk negara tetangga Ekuador menjadi 100 persen, dari sebelumnya 30 persen.
Langkah yang dikonfirmasi pada Jumat tersebut akan menyamai tarif yang ditetapkan Ekuador sehari sebelumnya, seiring eskalasi perselisihan dagang dan diplomatik antara kedua negara Amerika Selatan itu.
Rekomendasi Cerita
daftar 3 itemakhir daftar
Dalam beberapa bulan terakhir, Ekuador telah menaikkan tarif terhadap tetangga sebelah timurnya itu, dengan alasan defisit perdagangan dan menuduh Kolombia tidak cukup berupaya memerangi perdagangan narkoba.
Namun, Kolombia membantah tuduhan Ekuador dan merujuk pada operasi militernya yang dirancang untuk mencegat narkoba ilegal. Baru November lalu, Kolombia menyita pengiriman kokain terbesar dalam satu dekade.
Pemerintah sayap kanan Ekuador pimpinan Daniel Noboa juga kerap bersitegang dengan pemerintah Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Baru pekan ini, Noboa mengkritik keras pernyataan Petro mengenai pemenjaraan mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas sebagai “serangan terhadap kedaulatan kami”.
Sementara itu, Petro berulang kali menyebut Glas yang beraliran kiri sebagai “tahanan politik” dan menyerukan agar mantan wakil presiden yang telah dihukum karena korupsi itu dipindahkan ke tahanan Kolombia.
Bulan lalu, Petro juga menuduh Noboa melakukan pengeboman di dekat perbatasan Kolombia tanpa koordinasi dengan pemerintahannya. Dilaporkan, jasad yang hangus terbakar ditemukan di lokasi kejadian.
Menteri Perdagangan Kolombia Diana Morales pada Jumat menjelaskan bahwa negaranya terpaksa menaikkan tarif sebagai respons atas keputusan Ekuador yang menaikkan tarifnya menjadi 100 persen pada Kamis.
“Kami telah menghabiskan segala upaya diplomatik dan menjaga saluran dialog tetap terbuka dengan pemerintah Ekuador, mencari solusi yang menguntungkan kedua negara, pelaku usaha, dan terutama masyarakat di kedua sisi perbatasan,” ujarnya.
“Namun, kami belum menerima respons yang positif.”
Morales menyatakan bahwa langkah balasan Kolombia akan berlaku segera.