Kepala WHO Beri Peringatan Usai Serangan Israel ke Fasilitas Minyak Iran

Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut anak-anak dan lansia menghadapi risiko khusus pasca kerusakan fasilitas minyak Iran.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 9 Mar 2026

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap fasilitas minyak di Iran dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, dengan anak-anak dan lansia Iran termasuk yang paling rentan.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam pernyataan pada Senin bahwa kerusakan pada fasilitas minyak Iran “berisiko mencemari makanan, air, dan udara”.

Bahaya-bahaya tersebut “dapat memberikan dampak kesehatan yang serius, terutama pada anak-anak, orang tua, dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya,” peringat Tedros dalam sebuah unggahan di X. “Hujan yang membawa kandungan minyak dilaporkan turun di beberapa bagian negara.”

Otoritas Iran menyatakan fasilitas minyak di ibu kota Teheran dan provinsi Alborz di dekatnya menjadi sasaran pada Sabtu dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan negara itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.

Israel menyatakan mereka menyerang “sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran” yang digunakan “untuk mengoperasikan infrastruktur militer.”

Serangan itu menyebabkan kobaran api besar dan awan tebal asap hitam membubung ke langit Teheran, dengan wartawan Al Jazeera Tohid Asadi melaporkan bahwa tetesan hujan hitam turun dini hari Minggu.

Serangan terhadap infrastruktur energi Iran ini terjadi ketika pemerintah AS dan Israel telah bersumpah untuk terus membombardir negara itu meski kekhawatiran internasional yang kian meningkat atas konflik yang meluas.

Iran telah membalas serangan AS-Israel dengan meluncurkan rudal dan drone ke sasaran-sasaran di seluruh Timur Tengah, termasuk infrastruktur energi di negara-negara Teluk Arab terdekat.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengutuk baik Iran maupun AS dan Israel karena menyasar infrastruktur sipil.

MEMBACA  Harapan Bali agar pembekuan konstruksi dapat mengendalikan pariwisata

Agnes Callamard, kepala Amnesty International, mengatakan pada Senin bahwa “Israel seharusnya mengambil semua langkah pencegahan yang memungkinkan untuk menghindari atau meminimalkan risiko bagi warga sipil ketika menyasar kilang minyak” di Iran.

“Kerugian insidental bagi warga sipil, termasuk pelepasan zat beracun, tampaknya mengindikasikan bahwa terlalu sedikit tindakan pencegahan yang diambil dan bahwa kerugian insidental tersebut tidak proporsional,” tulisnya di X.

“Pemandangan bencana yang digambarkan oleh warga Iran setelah depot minyak Teheran dibom merupakan demonstrasi lagi bahwa pada akhirnya, apapun yang mereka katakan, serangan AS dan Israel terhadap Iran terutama merugikan warga sipil, termasuk anak-anak.”

Awan asap tebal membubung di atas Teheran setelah serangan terhadap infrastruktur minyak Iran, pada 8 Maret 2026 [Majid Asgaripour/WANA via Reuters]

Tinggalkan komentar