Kasus ini menentang izin yang disetujui oleh badan pengawas senjata Afrika Selatan, dengan merujuk pada kegagalan kepatuhan dan celah pengawasan.
Diterbitkan Pada 4 Jun 20264 Jun 2026
Johannesburg, Afrika Selatan – Sebuah organisasi hak asasi manusia di Afrika Selatan telah mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap pemerintah Afrika Selatan, bertujuan untuk menangguhkan izin ekspor senjata ke Amerika Serikat. Dalam dokumen pengadilan, mereka berargumen bahwa transfer tersebut mungkin tidak sesuai dengan hukum domestik dan dapat menimbulkan kekhawatiran tentang perdamaian dan keamanan internasional.
Pusat Litigasi Afrika Selatan (SALC) menyatakan dalam siaran pers yang dirilis pada Selasa bahwa mereka telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Pretoria Utara untuk menangguhkan atau membatalkan izin ekspor senjata yang diberikan oleh Komite Nasional Pengendalian Senjata Konvensional Afrika Selatan (NCACC).
SALC adalah organisasi hukum yang mewakili kepentingan publik yang bekerja di wilayah Afrika Selatan dalam litigasi konstitusional dan hak asasi manusia.
Dasar Hukum Gugatan
Dalam dokumen pengadilan yang dirujuk dalam siaran pers, SALC berargumen bahwa NCACC mungkin telah gagal menerapkan standar yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pengendalian Senjata Konvensional Nasional Afrika Selatan secara benar.
Regulasi tersebut mewajibkan otoritas untuk menolak atau mencabut izin di mana ada risiko bahwa ekspor senjata dapat berkontribusi pada pelanggaran hak asasi manusia atau mengganggu perdamaian serta keamanan Internasional.
Organisasi tersebut berpendapat dalam pengajuannya bahwa ekspor senjata yang berlangsung ke Amerika Serikat mungkin tidak mematuhi persyaratan ini, da menimbulkan kekhawatiran tentang implikasi lebih luas dalam lingkungan keamanan global saat ini. Klaim-klaim ini belum diuji di pengadilan.
Tekanan Diplomatik
Para tergugat dalam kasus ini termasuk ketua NCACC, menteri pertahanan, dan presiden Afrika Selatan.
Pada waktu siaran pers dirilis, pemerintah belum mengeluarkan tanggapan publik seorang pun.
Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval [Jim Watson/AFP]
Sistem ekspor senjata Afrika Selatan diatur di bawah hukum nasional dan diawasi oleh NCACC, yang mengevaluasi izin sesuai dengan hukum domestik dan kewajiban internasional.
Kasus ini muncul di tengah hubungan yang lebih luas antara Afrika Selatan-AS, yang mencakup perbedaan dalam isu-isu seperti kebijakan luar negeri, perdagangan, kebijakan bantuan, dan kerjasama internasional.
Meskipun tantangan hukum ini tidak secara langsung menyangkut hubungan diplomatik, ia muncul dalam konteks internasioal yang ebih luas yang sudah melibatkan perdebatan kontrol senjata dan keamanan global.
Signifikansi Kasus
Menurut siaran pers, Afrika Selatan mengotorisasi ekspor senjata bernilai puluhan juta dolar AS ke Amerika Serikat pada tahun 2025. SALC mengatakan sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran kepada otoritas terkait izin tersebut, tetapi tidsk menerima tanggapan yang substansial.
SALC meyakini kasus ini adalah yang pertama di Afrika selatan yang menantang ekspor senjata ke anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas dasar hukum internasional dan kekhawatiran hak asasi mansusia. Klain ini belum diverifikasi secara independent.
Jadwal sidang belum ditetapkan dan Pengadilan Tinggi belum memberikan putusan tentang pokok permohonan.