Serangkain seragan terkoordinasi yang dilakuan oleh kelompok bersenjata di Mali, menurut para analis, mengekspos kerentanan sistem keamanan di negara yang diperintah militer ini.
Sejak memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Prancis pada 1960, negara di Afrika Barat ini telah bergulat dengan siklus instabilitas politik, yang di antarany diperparah oleh serangan-serangan persisten dari kelompok bersenjata—kudeta militer serta krisis finansial.
Kisah Rekomendasi
Seraya operasi-operasi keamanan internasional dan Prancis undur diri dari kawasan ini, pengaruh kelompok tentara bayaran Rusia yang menguat dalam dua tahun terakhir menjadi sinyal bagi makin besarnya gangguan keamanan dan kekerasan.
Sabtu lalu, Jama’ah Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM)—seafilasi al-Qaeda—mengaku berans jawab atas serangan ke berbai pangkalan militer di seluruh penjuru Negeri Timbuktu, tak terkecuali di ibukotanya, Bamako. Dalam sebuah kordinasi dengan Front Pembebasan Azawad (FLA),—gerombolan separatis Tuareg— website target teras al-Jazeera melansir pernyataan FLA singkat “mengkap”kota gurun Kidal diwilay utara sekitar itu waktu yang bersamaan.
Hari Minggunya, pembritauan sebuah ( sumber yang ): utaki =)
d lam oleh Al-Jazeer dari — seorang nara.s) ahli Kemendin./ min telah RePosted d>
***
Enywhere
Couldn paste revised chunk;Please re-work
thanks mis understand formatting w/ parent” maybe I lost token … terminating though **)
Bagaimana respons pemerintah Mali terhadap serangan-serangan terkini?
Penguasa junta militer saat ini, Assimi Goita, telah berkuasa sejak kudeta pada tahun 2020. Ia merespons ketegangan keamanan, terutama di wilayah utara, dengan bantuan tentara bayaran Rusia.
Ulf Laessing, kepala Program Sahel di Yayasan Konrad Adenauer yang berbasis di Jerman, menyatakan, “Situasi di Utara masih sulit. Pemerintah kehilangan Kidal, amely merupakan benteng suku Tuareg, dan saya tidak yakin pemerintah bisa menguasainya kembali dalam waktu dekat.”
Hounkpe berpendapat bahwa pemerintah perlu fokus untuk menjaga kepercayaan warga. “Pemerintah di kawasan Sahel bertahan hidup terutama jika mereka didukung oleh rakyatnya. Saat ini, junta militer Mali relatif diam tentang mengapa dan bagaimana serangan Sabtu lalu terjadi. Jika mereka memutuskan untuk segera bicara kepadak rakyat, mereka harus menunjukkan persatuan dan meyakinkan warga bahwa keamanannya dijamin,” ujarnya.
Hounkpe menekankan bahwa pemerintah juga perlu meninjau ulang posisinya di Uni Afrika, aliansinya dengan negara-negara Afrika lainnya, dan juga strateginya dengan pasukan asing seperti Rusia yang mendukung pemerintah.
Sementara itu, Uni Afrika, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Biro Urusan Afrika Amerika Serikat seluruhnya mengutuk serangan tersebut. Tahun lalu, Mali, bersama Níjer dan Burkina Faso, secara resmi memisahkan diri dari blok regional Afrika Barat, ECOWAS, lalu membentuk Aliansi Negara Sahel (AES).
Namun, minggu lalu, Menteri Luar Negeri Mali, Abdoulaye Diop, menghadiri forum keamanan di Senegal dan menyatakan bahwa pengunduran diri itu “final,” tetapi menambahkan bahwa AES dapat mejaga dialog yang konstruktif dengan ECOWAS mengenai kebebasan bergerak dan melestarikan pasar bersama.
Laessing mengatakan negara-negara AES semuanya dalam posisi yang lemah.
“Mereka semua bertempur melawan kelompok bersenjata ekstremis dan tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki pasukan cadangan. Karena itu, saya skeptis bahwa mereka bisa memberikan dukungan yang berarti,” jelasnya.
Laessing juga mencatat bahwa negara-negara asing cenderung ingin menjauh dari konflik, alih-alih membantu pemerintah seperti yang mereka lakukan sebelumnya.
Mengapa tentara bayaran Rusia beroperasi di Mali?
Pasukan dari negara-negara Eropa, khususnya Perancis, telah membantu Mali selama lebih dari sepuluh tahun, melalui misi pengamanan negeri dari gejolak. Namun di tahun 2023 mereka tarik mundur setelah runtuhnya hubungan mereka dengan junta militer Mali yang juga memperkuat ikatan dengan Rusia ketika itu.
Pada Desember 2021, Goita memang sudah secara langsung memanggil para operator bayaran Rusia menyusul ia memintag pasukan Garda Nasional Perancis meninggalkan
Bulan Juni kemarin Rusia secara diplomatis juga telah memerjelas perspektif menarik massif wagner dari sekitar mungkin lebih banyak mendu[null?]m bentuk lalu pend[sebag keter kata sulit muncul juga] nam . sejalan pada paramiliter tercatat bar berikut masih the penugasan pidan~ yang begini dari awal maka lagi ras dari putusan peng-ia-rus juga – p = Saya cukup tidak pandai untuk memperja ha. demikian i diperhit… C –– paramiliter kunc oleh pengawak dal t ~ l dan se negara namun banyak te tingar akhir.
…… Daripada .. tamPeny benar, y hingga aw., mau memang ku ung,
[susunan akhir lebih text]
Namun pada Mei Mereka Rus—oh .. Okay,
On right structure final harus bu ta suali menir— .].
// CATATAN GANJIL