“Kami Tidak Akan Lagi Hanya Diam”: Austria Rencanakan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 14 Tahun

Pejabat Austria menyoroti risiko kecanduan dan dampak buruk bagi kesehatan sembari mengadvokasi pembatasan usia yang lebih ketat.

Diterbitkan Pada 27 Mar 2026

Austria berencana melarang anak di bawah 14 tahun menggunakan media sosial, dengan seorang pejabat menyatakan bahwa platform daring tertentu bersifat adiktif dan membuat kaum muda “sakit”.

“Austria memperkenalkan batas usia wajib minimal 14 tahun untuk penggunaan platform media sosial,” demikian pernyataan Menteri Muda Digitalisasi konservatif, Alexander Proll, dalam konferensi pers bersama pada Jumat.

Cerita Rekomendasi

Proll menambahkan bahwa rancangan undang-undang akan disusun paling lambat Juni. Anggota kabinet dari dua partai koalisi pemerintahan Austria lainnya juga hadir.

“Kami akan secara tegas melindungi anak-anak dan remaja di masa depan dari efek negatif media sosial,” ujar Wakil Kanselir Andreas Babler dari Partai Sosial Demokrat.

“Kami tidak akan lagi berdiam diri menyaksikan platform-platform ini membuat anak-anak kita kecanduan dan seringkali juga sakit … Risiko yang terkait dengan penggunaan ini telah terlalu lama diabaikan, dan sekarang saatnya untuk bertindak,” tambahnya.

Babler mengatakan pemerintah tidak akan merilis daftar platform individual yang terkena larangan, namun akan memutuskan berdasarkan tingkat kecanduan algoritma mereka dan apakah memuat konten seperti ‘kekerasan terseksualisasi’.

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah juri di Los Angeles menetukan Alphabet’s Google dan Meta bertanggung jawab atas ganti rugi senilai $6 juta dalam gugatan kecanduan media sosial yang menjadi tonggak penting.

Perkara tersebut melibatkan seorang perempuan berusia 20 tahun yang mengklaim dirinya kecanduan aplikasi-aplikasi tersebut sejak usia muda akibat desain platformnya. Meta menyatakan berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Juga pada hari Jumat, Britania Raya menasihati orang tua dari anak di bawah lima tahun untuk membatasi waktu menatap layar maksimal satu jam per hari.

MEMBACA  Nicaragua bersama Afrika Selatan dalam mencari keanggotaan dalam kasus genosida Israel di Pengadilan Dunia.

Mirip dengan Austria, sejumlah negara lain di Eropa dan tempat lainnya telah melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak.

Pada Januari, parlemen Prancis menyetujui pelarangan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun, seiring kekhawatiran yang meningkat akan perundungan daring dan risiko kesehatan jiwa.

Negara-negara termasuk Britania Raya, Denmark, Spanyol, dan Yunani juga tengah mengkaji pelarangan serupa.

Parlemen Eropa telah menyerukan Uni Eropa untuk menetapkan batas usia minimal bagi anak-anak untuk mengakses media sosial, meskipun pemberlakuan batas usia tersebut tetap menjadi kewenangan masing-masing negara anggota.

Tinggalkan komentar