Oleh Anadolu, AP, EPA, dan Reuters
Diterbitkan pada 8 Mar 2026
Bola api raksasa dan gumpalan asap tebal membubung di atas Tehran menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat-Israel yang menghantam depot bahan bakar di ibu kota Iran tersebut.
Perusahaan distribusi minyak Iran menyatakan empat karyawannya tewas dalam serangan kilat itu, sementara kabut kelam menyelimuti kota pada hari Minggu dan bau minyak terbakar tercium di udara.
Serangan hari Sabtu memicu kebakaran besar setelah menghantam empat fasilitas penyimpanan minyak serta pusat transfer dan produksi minyak di Tehran dan provinsi tetangga, Alborz, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars. Media negara Iran menggambarkan insiden ini sebagai “serangan dari AS dan rezim Zionis”.
Fasilitas yang menjadi sasaran adalah gudang minyak Aghdasieh di Tehran timur laut, kilang minyak Tehran di selatan, depot minyak Shahran di barat, serta sebuah depot minyak di kota Karaj. Saksi mata menyatakan minyak dari depot Shahran telah bocor ke jalan-jalan sekitarnya.
Israel menyatakan mereka telah menyerang “sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Tehran” yang digunakan “untuk mengoperasikan infrastruktur militer”.
Tak lama setelah serangan yang sepertinya menandai fase baru dalam perang ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya akan melanjutkan serangan dan menghantam penguasa Iran “tanpa ampun”.
“Kami memiliki rencana terstruktur dengan banyak kejutan untuk menggoyang rezim dan memungkinkan perubahan,” ujarnya dalam pernyataan video. “Kami masih memiliki banyak target lainnya.”
Serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran telah berlanjut hingga hari kesembilan, menewaskan lebih dari 1.300 orang di Iran dan sekitar 300 orang di Lebanon, menurut keterangan pejabat. Sekitar belasan orang telah tewas di Israel.