Yahoo memakai AI buat ngehasilin ringkasan dari artikel ini. Artinya, infonya mungkin gak selalu sesuai sama isi artikel. Laporin kesalahan bantu kami ningkatin pengalaman.
Intisari Utama
Bendera Israel berkibar, dengan latar belakang permukiman Israel di Maale Adumim, Tepi Barat, 14 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Ronen Zvulun)
Kebijakan ini muncul setelah Smotrich umumkan persetujuan untuk pembangunan permukiman di area E1.
Jerman pada Jumat (kemarin) mendesak pemerintah Israel hentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat, setelah menteri keuangan sayap kanan Israel bilang bakal mulai bangun ribuan rumah yang bakal memecah wilayah Palestina.
Jerman "secara tegas nolak pengumuman pemerintah Israel soal persetujuan ribuan unit rumah baru di permukiman Israel di Tepi Barat," kata juru bicara kemenlu dalam pernyataan.
Rencana permukiman "E1" dan perluasan Ma’aleh Adumim bakal makin batasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat dengan memecah wilayah jadi dua dan memutus akses ke Yerusalem Timur, jelas juru bicara itu.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich umumkan Kamis bahwa proyek permukiman yang tertunda lama bakal dimulai. Menurut kantornya, langkah ini bakal "mengubur" gagasan negara Palestina.
Dalam pernyataannya, juru bicara Smotrich bilang menteri itu udah setujui rencana pembangunan 3.401 rumah di antara permukiman yang udah ada di Tepi Barat dan Yerusalem.
Jerman Minta Israel Hentiin Pembangunan Permukiman E1
Jerman udah berulang kali peringatin pemerintah Israel untung hentiin pembangunan permukiman di Tepi Barat, yang melanggar hukum internasional dan resolusi DK PBB.
Menurut juru bicara, langkah-langkah seperti ini mempersulit upaya menuju solusi dua negara lewat perundingan.