Israel Akan Menanggung ‘Harga Mahal’ untuk Pendudukan Penuh Gaza

Kelompok militan Palestina, Hamas, telah mengancam akan memberikan konsekuensi jika Israel melanjutkan rencana okupasi penuh atas Gaza.

Kelompok Islamis itu menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa militer Israel akan membayar “harga mahal” atas eskalasi pertempuran, sementara Kabinet Keamanan Israel bersidang unutk memutuskan langkah berikutnya dalam perang yang telah berjalan 22 bulan.

Hamas bersumpah bahwa Gaza akan tetap “kebal terhadap okupasi dan pengawasan eksternal dari luar,” sambil menuduh kepemimpinan Israel mengorbankan sandera yang masih ditahan di wilayah pesisir tersebut.

Menurut perkiraan Israel, sekitar 50 sandera masih ditahan oleh Hamas dan kelompok ekstremis lain, dengan sekitar 20 diantaranya diperkirakan masih hidup.

Dalam wawancara dengan stasiun AS Fox News, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan niatnya untuk mengambil kendali penuh atas Jalur Gaza.

Namun, media Israel melaporkan bahwa militer memperingatkan agar tidak melakukan pendudukan penuh, yang bisa membahayakan sandera dan berisiko tinggi bagi pasukan darat.

Netanyahu menegaskan Israel tidak berniat mengokupasi wilayah itu secara permanen, melainkan membebaskannya dari Hamas untuk kemudian diserahkan kepada kekuatan lain.

Menurut Netanyahu, kekuatan tersebut haruslah yang tidak menyerukan penghancuran Israel seperti organisasi teroris Islamis Hamas.

MEMBACA  Zoe Saldaña Akan Melakukan Hal-Hal Berbeda Dengan Gamora Jika Diberi Kesempatan