Iran Intensifikasi Serangan di Seluruh Teluk Pascaperang AS-Israel

Simak artikel ini | 3 menit

Iran terus melanjutkan serangan rudal dan drone yang berkelanjutan di kawasan Teluk, meski telah menerima protes berulang dari negara-negara tetangganya. Hal ini merupakan bagian dari balasan berkelanjutan dalam perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Serangan-serangan Tehran menyasar berbagai negara, termasuk Arab Saudi dan Qatar, pada Jumat malam hingga dini hari Sabtu.

Rekomendasi Cerita

  • Item rekomendasi 1
  • Item rekomendasi 2
  • Item rekomendasi 3
  • Item rekomendasi 4

Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam beberapa pernyataannya menyebutkan sejumlah drone dicegat dan dihancurkan di wilayah timur dan utara negara itu saat mereka mempertahankan diri dari serangan.

Kementerian itu juga menyatakan pada Jumat malam bahwa angkatan bersenjata negara tersebut berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan ke arah Governorat al-Kharj.

Sementara itu, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Sabtu bahwa lima pesawat pengisi bahan bakar Angkatan Udara AS rusak dalam beberapa hari terakhir saat berada di darat di sebuah pangkalan udara di Arab Saudi.

Menurut WSJ, yang mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, pesawat-pesawat itu rusak dalam sebuah serangan Iran. Laporan itu tidak menyebutkan kapan serangan tersebut terjadi, dan menambahkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) menolak berkomentar.

Di tempat lain, Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan serangan rudal dan mengeluarkan langkah-langkah evakuasi sementara. Serangan rudal yang berhasil dicegat diumumkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat (11:00 GMT), sementara satu lagi dilaporkan kemudian pada pagi hari.

Secara terpisah, Kementerian Dalam Negeri Qatar membagikan pembaruan yang menyarankan bahwa langkah-langkah evakuasi pencegahan sementara yang dikeluarkan hanya berlaku bagi “penduduk di area yang ditentukan yang menerima notifikasi melalui Sistem Peringatan Nasional”.

“Akomodasi alternatif yang aman telah disediakan bagi mereka yang terdampak, sementara beberapa memilih untuk pindah ke tempat aman pilihan mereka sendiri, hingga ancaman keamanan berlalu,” jelas kementerian tersebut.

Ledakan di Atas Doha

Dmitry Medvedenko dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha, menyatakan terjadi ledakan besar di langit atas kota tersebut sekitar pukul 01.30 dini hari Sabtu (22:30 GMT pada Jumat).

“Ledakan itu terasa di seluruh penjuru kota,” ujar Medvedenko, dan menambahkan: “Untuk pertama kalinya dalam dua pekan konflik ini, bagian-bagian tertentu kota sebenarnya menerima perintah evakuasi sekitar satu jam sebelum serangan terjadi.”

“Banyak orang harus menghabiskan beberapa jam di ruang bawah tanah, tidak diizinkan kembali ke rumah mereka. Ini sungguh belum pernah terjadi sebelumnya,” tambah koresponden kami itu.

Sementara itu, Garda Nasional Kuwait menembak jatuh sebuah drone “di salah satu area di bawah tanggung jawabnya untuk mengamankan negara,” menurut Pusat Komunikasi Pemerintah. “Tindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi situs-situs vital, dan mengatasi segala ancaman potensial,” jelas pusat komunikasi tersebut dalam sebuah unggahan di X.

Di Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, kebakaran terjadi di pusat bunker utama, setelah puing jatuh saat pengecekan sebuah drone, namun tidak ada laporan korban luka, menurut kantor media emirat tersebut pada Sabtu. Pasukan Pertahanan Sipil sedang menangani insiden itu untuk membatasi api, tambahnya.

Secara terpisah, Kantor Media Dubai menyatakan puing yang jatuh menghantam fasad sebuah gedung di area pusatnya, setelah sebuah serangan berhasil ditembak jatuh. Tidak terjadi kebakaran dan tidak ada korban luka, dan situasi kini telah terkendali, menurut kantor media itu, tanpa merinci apakah insiden itu disebabkan oleh rudal atau drone.

Korps Garda Revolusi Iran menyatakan pada Sabtu bahwa kepentingan AS di UAE, termasuk pelabuhan, dermaga, dan lokasi militer, merupakan target yang sah setelah pasukan AS menyerang pulau-pulau Iran, sebagaimana dilaporkan media negara Iran. Dalam pernyataannya, IRGC mendesak penduduk di UAE untuk mengosongkan pelabuhan, dermaga, dan tempat perlindungan militer AS untuk menghindari korban jiwa di kalangan sipil.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat bahwa AS melancarkan serangan terhadap “setiap target militer” di pusat ekspor Pulau Kharg Iran, dan mengklaim bahwa ia tidak menyerang infrastruktur minyak di sana.

Iran telah melancarkan serangan rudal dan drone di kawasan Teluk, menyasar aset dan pangkalan militer AS serta lokasi komersial dan sipil.

MEMBACA  Menyambut Tahun 2025 Dengan Dua Rute Baru di Pegunungan Alpen

Tinggalkan komentar