Inggris Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan 35 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sebelum pembicaraan dengan 35 negara, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan membuka kembali selat itu ‘tak akan mudah’.

Diterbitkan Pada 1 Apr 20261 Apr 2026

Inggris Raya akan menggelar pembicaraan dengan puluhan negara mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, demikian diumumkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, menyusul perang AS-Israel terhadap Iran yang secara efektif telah menutup jalur air kritis di Teluk tersebut.

Berbicara dalam konferensi pers pada Rabu, Starmer menyatakan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper akan menjadi tuan rumah pertemuan virtual 35 negara pada Kamis untuk menilai langkah-langkah membuka kembali selat itu “setelah pertempuran usai”.

Rekomendasi Cerita

list of 3 items
end of list

Pertemuan itu akan “menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak yang dapat kami ambil untuk mengembalikan kebebasan bernavigasi, menjamin keselamatan kapal-kapal dan pelaut yang terjebak, serta melanjutkan pergerakan komoditas vital,” ujar perdana menteri Inggris tersebut.

“Menyusul pertemuan tersebut, kami juga akan mengumpulkan para perencana militer kami untuk menelaah bagaimana kami dapat mengerahkan kemampuan dan membuat selat itu dapat diakses serta aman setelah pertempuran berhenti,” tambah Starmer.

Starmer menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz ‘tak akan mudah’ [File: Jaimi Joy/Pool via Reuters]

Berbagai negara di dunia telah menyampaikan keprihatinan serius mengenai penutupan efektif selat oleh Iran, yang dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, di tengah serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Iran pada target-target di seluruh Timur Tengah.

Penutupan ini telah melambungkan harga energi global dan mendorong sejumlah negara mengumumkan akan melepas sebagian cadangan strategis minyak dan gas mereka dalam upaya meredakan krisis.

Starmer mengatakan pada Rabu bahwa negara-negara yang baru-baru ini menandatangani pernyataan yang menyatakan kesiapan mereka “untuk berkontribusi pada upaya-upaya yang tepat guna memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz” akan berpartisipasi dalam pembicaraan pekan ini.

MEMBACA  Demokrat, kali ini cobalah berjuang untuk kelas pekerja | Pemilihan AS 2024

Selain Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda termasuk di antara negara yang telah menandatanganinya.

“Saya harus jujur pada semua orang dalam hal ini. [Pembukaan kembali] ini tidak akan mudah,” kata Starmer.

Inggris dan negara-negara Eropa lainnya telah mendapat kecaman dari Presiden AS Donald Trump, yang menuduh mereka gagal mengambil tindakan untuk membuka kembali selat itu sekaligus tidak memberikan dukungan yang memadai kepada Washington dalam upaya perangnya.

Pada Selasa, Trump menulis di platform Truth Social-nya bahwa “semua negara yang tak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya” harus membeli dari AS atau “membangun sedikit keberanian yang tertunda, pergi ke Selat itu, dan MENGAMBILNYA saja”.

“Kalian harus mulai belajar berjuang untuk diri sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, seperti kalian tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya sudah hancur. Bagian yang sulit sudah selesai. Pergilah ambil minyak kalian sendiri!” ujar Trump.

Tinggalkan komentar