Djokovic, yang menjadi runner-up dari Alcaraz di Australian Open bulan Januari lalu, memenangkan 87% poin dari servisnya saat merebut set pembuka.
Namun, Draper berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksa set penentua seiring kualitas permainan yang meningkat, dengan Djokovic memenangkan reli melelahkan sebanyak 26 pukulan di game pembuka pada skor 30-30 saat servis petenis Serbia itu.
Petenis Inggris tersebut mematahkan servis lawan di game berikutnya, namun, saat ia hendak menutup pertandingan dengan skor 5-4, servisnya justru dipatahkan balik sehingga pertandingan berlanjut ke tie-break.
Kembali, Draper melakukan recovery secara impresif untuk melaju dan mengamankan tiket perempat-final melawan mantan nomor satu dunia, Daniil Medvedev.
“Itu benar-benar sebuah pertarungan fisik, pasti ada banyak pasang-surut dalam pertandingan ini,” ujar Draper yang berusia 24 tahun.
“Dapat melewati pertandingan seperti ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan.”
Djokovic, yang baru pertama kali bertanding sejak mencapai final Australian Open di Januari, meyakini ia membayar mahal untuk reli 26 pukulan tadi.
“Itu menyebabkan saya kehilangan break setelahnya,” ujarnya. “Memang hebat memenangkan poin itu dalam game tersebut, tapi saya benar-benar kehabisan tenaga.”
“Saya mendapatkan dukungan penonton dan merasakan energinya. Rasanya seperti, ‘mungkin saya bisa menangkan ini’.
“Begitu dekat, sangat dekat. Maksud saya, hanya beberapa kesalahan yang kurang beruntung dari pihak saya.”
“Dia bermain pada level yang tinggi. Secara keseluruhan, pemain yang hebat, orang yang baik.”