Harapan di Gaza: 300 Pasangan Menikah dalam Satu Iringan

Ribuan orang memadati Gaza saat300 pasangan mengikuti perayaan pernikahan massal, menjadi ajang pernikahan kolektif terbesar di kawasan tersebut hingga saat ini.

Acara di Deir al-Balah ini menyatukan para pasangan yang terpilih dari total hampir 2.000 peserta melalui undian.

Seluruh rangkaian pernikahan ini didanai oleh Yayasan Khalifa bin Zayed Al Nahyan, sebagai bagian dari Operasi Gallant Knight 3 yang digagas oleh Uni Emirat Arab, sebuah inisiatif kemanusiaan untuk memberi dukungan bagi warga Palestina di Gaza.

Salah seorang pengantin perempuan, Thekra al-Masri, mengungkapkan kepada BBC bahwa perayaan ini membawa “harapan akan adanya perubahan” bagi warga Gaza yang terusir.

Sejak Oktober lalu, gencatan senjata telah diberlakukan di Gaza, namun kondisinya masih rapuh.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas ke kawasan selatan Israel pada7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyandra 251 lainnya.

Sebagai respons, Israel meluncurkan serangan militer terhadap Hamas di Gaza; dalam prosesnya lebih dari 72.560 orang tewas, demikian menurut catatan kementrian kesehatan setempat.

Pada tanggal 23 April, setidaknya delapan warga Palestina—termasuk tiga anak-anak—tewas dalam dua serangan Israel di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan para tenaga medis dan petugas pertolongan pertama.

Dalam pernyataannya, militer Israel menegaskan telah menargetkan apa yang disebutnya sebagai “seorang teroris” yang mendekati posisi pasukan di kawasan Garis Kuning, wilayah yang dikelola tentara Israel, dan dinilai mengancam keselamatan mereka secara langsung.

Seorang juru bicara Hamas mengutuk keras apa yang disebunya “pembantaian mengerikan itu” dan menudng Israel sengaja menghalang-halangi upaya penerapan persetujuan gencatan senjata.

MEMBACA  Noah Lyles Meraih Perunggu dalam 200 Meter, Lalu Mengungkapkan bahwa Dia Terinfeksi Covid

Tinggalkan komentar