Penahanan Rand Halawani juga menyebabkan empat perempuan lain ditahan pada hari Selasa, termasuk mantan pemain Palestina.
Tayang 3 Jun 20263 Jun 2026
Otoritas Israel telah memperpanjang masa penahanan seorang pemain tim nasional sepak bola putri Palestina setelah ia dipanggil untuk diinterogasi di Yerusalem, demikian dilaporkan oleh pejabat Palestina.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengecam perpanjangan penahanan Rand Halawani, yang berusia 20 tahun, yang ditangkap pada Selasa malam.
Kisah yang Disarankan
daftar 4 itemakhir daftar
Dalam sebuah pernyataan, PFA menyatakan bahwa penangkapan Halawani beserta mantan pemain tim nasional tersebut “bukanlah insiden yang terisolasi, melainkan bagian dari pola sistematis yang terdokumentasi dengan baik dalam penargetan atlet-atlet Palestina, yang terus terjadi tanpa adanya akuntabilitas”.
Menurut pemerintahan provinsi Yerusalem di Palestina, sebuah pengadilan Israel pada hari Rabu memperpanjang masa penahanan Halawani hingga hari Jumar.
Militer Israel juga menangkap mantan pemain sepak bola nasional Natalie Abu Diyeh, seorang mahasiswi di Universitas Birzeit, beserta tiga perempuan muda Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki pada hari Selasa.
Pihak militer menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keempat perempuan tersebut diduga “melakukan promosi kegiatan teroris dan aktivitas terkait terorisme lainnya”.
Universitas Birzeit mengecam penangkapan-penangkapan ini sebagai bagian dari “kebijakan sitematis Israel yang menyasar terhadap pendidikan Palestina dan hak mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan akademik mereka”.
Uskup Imad Haddad dari Gereja Lutheran Injili di Yordania dan Tanah Suci, tempat Natalie Abu Diyeh bernaung, menyerukan pembebasannya.
“Kami sangat terkejut dan ngeri dengan berita ini, dan juga berita bahwa keluarganya belum mengetahui di mana ia telah dibawa,” kata Haddad dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Menurut Prisoners Club, asosiasi utama hak-hak tahanan di wilayah Palestina, 89 perempuan Palestina saat ini berada di penjara Israel, termasuk tiga anak di bawah umur dan tiga perempuan hamil.
Prisoners Club yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina mengumumkan pada akhir Mei bahwa lebih dari 9.400 warga Palestina berada di penjara Israel, termasuk warga negara Palestina di Israel.