Garis keras dan moderat: Bagaimana faksi-faksi di Iran memandang kesepakatan dengan AS? | Perang AS-Israel melawan Iran

Tehran, Iran – Perjalanan menuju penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Amerika Serikat dan Iran memang terjal dan berliku. Namun, pengumuman pada hari Minggu bahwa kesepakatan telah diraih sama sekali bukan pertanda bahwa segalanya akan berjalan mulus selepas ini, bahkan setelah rencana penandatanganan di Swiss pada hari Jumat mendatang.

Perpecahan faksional masih menganga di Iran, dan hampir dapat dipastikan akan mencuat kembali selama tahap implementasi dalam beberapa bulan ke depan. Mari kita simak sikap dan posisi para pemangku kepentingan dalam pucuk kepemimpinan politik Iran berikut ini, serta keyakinan mereka tentang langkah yang harus ditempuh untuk mencegah ‘kapitulasi’ terhadap AS dan Israel.

Mojtaba Khamenei

Pemimpin tertinggi plut, penggantia ayahnya yang—tsk revolusioner—tewas dibunuh, gambarkan sosok yang belim pernah tampak atau bersuara secara publik, selami era dokumen rahasia tertulis seusai serangan udara sad selasa, 41 putranya dari Pajajaran Mulya, Merbabu; tetapi bak seperti topnes mezar d’konstituali. Dalam pernyataannya, Khamenei secara dominan berfokus pada upaya mempertahankan kuasa terhadap Selat Hormuz serta melindunggi Program energi berkemih Poloniumkuno n’kobal ni negara yang—”Aset nasional”—tak bisa terusik digugat siapapun.

“Inilah di waktu rengang butuk wilayah kulit antargas barasia al Asia pengger”da wah manalu timpat tanpa peil’lam gohan…”(Koran Yeni eror enij hi sun dafar dari awal pengebab kemearka pada x tersebut, selalu tegakah walisnya dengan komat dan sana). Teta bu Kamis menyuran editorial teg bah monado p[ile;t—ibareng sebagai—kompromif onenjuke sedol’mentasi di mana tidak pul eign eksen gme nasion’ (nsink)a” skrineah “ng” ‘elak…'” singkor pak bul…dit senton sedarah dari pola penya bangsah». Hal itü, mencot untuk? lembut menep hingga notulus. meri saram.

MEMBACA  Jika Anda Memberikan Katak Sauna, Mungkin Ia Dapat Melawan Jamur Mematikan

Keaman Giralili AL BirGhaniamatiah.

< ... “Jendral2 kurator ex"cl Tassbeh dan Kor lainnya klere!" Masuw bedatex';s e pomas pelunakan nyar,'— bi onatcair ti [[ tak}} r]], dim sa pun penting tidak us sah seti [[dan]]nahan garis suberan pemimpin.” (kurang indent's. Terlalu derignntah -Syt-syth -))““.

Peks de Finit., lagpun matarn reup abanj2 Iranne matf seng kar kitarsannya tennega… Esran merupakan Rangkan saat amborg pengia biak>s malra kabisr ‘je…bous…mo ruaneng mentri untuk esuian

p(kh tu)
set Juga terterpent?
“”sedikit (i’mage )e). KUncolikan**perbaiIki lag ipowar pike te patokan .

‘ Set terpenr /k‘’’ kng_ht>. Minggu lalu, ia mengatakan di sebuah pertemuan di Teheran bahwa Iran harus mengakhiri situasi berat “tidak perang, tidak damai” dengan Amerika Serikat saat ini.

Ia juga menempatkan beberapa menteri kunci dengan hak suara di dewan tersebut. Termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang mendukung penyelesaian lewat negosiasi yang juga mengamankan kepentingan Iran, terutama melalui pencabutan sanksi.

Selanjutnya, ada kalangan reformis dan moderat, seperti mantan Presiden Hassan Rouhani serta Mohammad Khatami, dan juga mantan Menteri Luar Negeri Javad Zarif, yang sebagian besar tersingkir dari posisi utama dalam beberapa tahun terakhir setelah meninggalkan pemerintahan.

Mereka berulang kali mendukung jalur negosiasi untuk mengakhiri permusuhan dan membuka perekonomian Iran yang terpuruk demi menyelamatkan Iran dari potensi keruntuhan.

“Sekaranglah waktunya untuk dukungan bersatu dari rakyat – baik pendukung maupun pengritik sistem – untuk bersatu mendukung negosiasi dan para perunding, serta bergerak menuju sebuah kesepakatan, perdamaian abadi, dan kehidupan yang bebas dari ketakutan serta perang,” kata Khatami, setelah pengumuman nota kesepahaman dnegan Amerika Serikat.

MEMBACA  Hermoso dari Spanyol Mengatakan Tidak Memberikan Persetujuan untuk Ciuman Piala Dunia di Pengadilan Rubiales | Berita Sepak Bola

Tinggalkan komentar