Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) telah mengambil alih penyelidikan kasus penembakan fatal terhadap seorang perempuan oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis, di tengah ketegangan yang kian menguat seputar insiden tersebut di seluruh negara bagian.
Superintenden Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA), Drew Evans, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa BCA tidak akan lagi terlibat dalam penyelidikan pembunuhan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, seorang ibu tiga anak yang ditembak mati oleh agen federal di dalam mobilnya pada Rabu lalu.
Artikel Rekomendasi
“Penyelidikan kini akan dipimpin sepenuhnya oleh FBI, dan BCA tidak akan lagi memiliki akses ke materi kasus, bukti TKP, atau wawancara investigasi yang diperlukan untuk menyelesaikan penyelidikan yang independen dan menyeluruh,” ujar Evans pada Kamis.
Dia menambahkan, meski sebelumnya telah disepakati bahwa BCA yang akan menyelidiki penembakan ini, kantor jaksa penuntut AS mengubah keputusan tersebut.
Keith Ellison, Jaksa Agung Minnesota dari Partai Demokrat, kepada CNN menyebut keputusan FBI itu “sangat mengganggu.”
Menurut Ellison, otoritas negara bagian dapat menyelidiki dengan atau tanpa kerja sama pemerintah federal, seraya menambahkan bahwa berdasarkan bukti-bukti yang telah dilihatnya sejauh ini—yang belum semuanya diumumkan ke publik—tuntutan pidana di tingkat negara bagian sangat mungkin diajukan.
Menurut The Washington Post, Good meninggalkan seorang putri berusia 15 tahun dan dua putra berusia 12 dan 6 tahun.
Para pejabat negara bagian dan federal memberikan versi yang sangat berbeda tentang penembakan tersebut, di mana seorang agen ICE yang tak teridentifikasi menembak Good, warga negara AS, di sebuah permukiman.
Agen ICE yang menembak Good merupakan bagian dari 2.000 petugas federal yang diumumkan pemerintahan Presiden Donald Trump akan dikerahkan ke area Minneapolis, dalam operasi yang digambarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sebagai “operasi terbesar DHS sepanjang masa.”
Para pejabat DHS, termasuk Menterinya Kristi Noem, membela penembakan itu sebagai tindakan membela diri dan menuduh perempuan tersebut berusara menabrak para agen dalam aksi “terorisme domestik.”
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, dari Partai Demokrat, menyebut klaim itu “omong kosong” dan “sampah” berdasarkan video saksi yang merekam insiden itu dan tampak bertentangan dengan versi pemerintah.
Video insiden yang diambil oleh saksi dan dibagikan daring menunjukkan dua petugas bermasker mendekati mobil Good yang berhenti di sebuah jalan di Minneapolis. Saat satu petugas memerintahkan Good keluar dari mobil dan meraiat gagang pintunya, mobil tersebut sebentar mundur lalu mulai melaju ke depan, belok ke kanan dalam upaya jelas untuk meninggalkan lokasi.
Petugas ketiga, yang sebelumnya merekam kejadian lalu berjalan ke depan mobil Good, menghunus pistol dan menembakkan tiga kali sambil melompat mundur, dengan tembakan terakhir diarahkan melalui jendela pengemudi setelah bemper mobil terlihat telah melewati tubuhnya.
Video tersebut tak memperlihatkan adanya kontak, dan petugas itu tetap berdiri, meski Noem menyatakan ia dibawa ke rumah sakit dan kemudian dipulangkan. Trump lewat media sosial menyatakan perempuan itu “menabrak Petugas ICE”.
Gelombang Kemarahan
Menyusul tewasnya Good, para pengunjuk rasa turun ke jalanan di Minneapolis untuk mengutuk tindakan agen ICE dan kehadiran ICE yang lebih luas di kota tersebut, yang telah sering memicu demonstrasi.
Pada Kamis pagi, sekitar 1.000 demonstran berada di sebuah gedung federal yang menjadi lokasi pengadilan imigrasi, meneriakkan “malu” dan “pembunuh” kepada para petugas federal bersenjata dan bermasker.
Setidaknya satu pengunjuk rasa ditahan ketika petugas federal bersenjatakan peluru PepperBall dan gas air mata berhadapan dengan kerumunan besar demonstran, menurut kantor berita AFP.
Protes telah dan rencananya akan berlangsung di New York City, Seattle, Detroit, Washington DC, Los Angeles, San Antonio, New Orleans, dan Chicago.
Unjuk rasa juga dijadwalkan di kota-kota yang lebih kecil di Arizona, North Carolina, dan New Hampshire pada akhir pekan ini.