AFP via Getty Images
Kebakaran hebat telah melalap beberapa gedung apartemen tinggi di Hong Kong, menewaskan setidaknya 36 orang. Lebih dari 270 orang dilaporkan hilang dan ribuan penduduk mengungsi di tempat-tempat penampungan darurat.
Gambar-gambar menunjukkan beberapa gedung terbakar, dengan asap tebal membubung tinggi mendominasi langit Hong Kong.
Saat malam tiba, api masih berkobar hingga berjam-jam setelah pertama kali dilaporkan, dengan lebih dari 760 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Penyebab kebakaran ini masih belum jelas, namun berikut adalah hal-hal yang kita ketahui sejauh ini.
Di mana dan kapan kebakaran bermula?
Kebakaran berkobar di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan besar di distrik Tai Po, Hong Kong, pada pukul 14:51 waktu setempat pada hari Rabu (06:51 GMT).
Wang Fuk Court terdiri dari delapa blok menara, yang masing-masing setinggi 31 lantai. Tujuh di antaranya terdampak kebakaran, ungkap Anggota Dewan Distrik Tai Po, Mui Siu-fung, kepada BBC Chinese.
Berdasarkan sensus pemerintah tahun 2021, kompleks ini menyediakan 1.984 unit apartemen bagi sekitar 4.600 penduduk.
Dibangun pada 1983, blok-blok menara tersebut sedang menjalani renovasi, dan bagian luarnya dilapisi oleh perancah bambu serta jaring konstruksi. Rekaman video menunjukkan api menyebar dengan cepat melalui bambu tersebut.
Terdapat laporan dari para penghuni di beberapa media lokal bahwa alarm kebakaran tidak berbunyi.
Tai Po adalah sebuah distrik permukiman di bagian utara Hong Kong, dekat dengan kota Shenzhen di daratan Tiongkok.
Seberapa parah kebakarannya?
Dinas pemadam kebakaran Hong Kong mengklasifikasikan kebakaran ini sebagai alarm tingkat lima – tingkat keparahan tertinggi.
Dalam waktu 40 menit sejak pertama kali dilaporkan, statusnya dinyatakan sebagai tingkat empat, namun pada pukul 18:22, sekitar tiga setengah jam kemudian, tingkat alarm dinaikkan kembali.
Telah 17 tahun sejak terakhir kali kebakaran tingkat lima melanda Hong Kong.
Media lokal melaporkan bahwa ledakan-ledakan dapat terdengar di dalam gedung dan selang pemadam kebakaran tidak mudah menjangkau lantai-lantai yang lebih tinggi.
Keganasan suhu panas menghalangi petugas pemadam kebakaran untuk memasuki gedung-gedung guna melakukan operasi penyelamatan, ujar Wakil Direktur Layanan Kebakaran, Derek Armstrong Chan, kepada media.
“Puing-puing dan perancah dari gedung yang terdampak berjatuhan, menimbulkan bahaya tambahan bagi personel garis depan kami,” katanya.
Dia menambahkan bahwa sulit untuk memprediksi kapan api akan dapat dipadamkan sepenuhnya, sehingga para penduduk khawatir kebakaran akan berlangsung sepanjang malam.
Selain 767 petugas pemadam kebakaran di lokasi, terdapat juga 128 mobil pemadam kebakaran, 57 ambulans, dan sekitar 400 petugas polisi yang dikerahkan.
Apa yang kita ketahui tentang para korban?
Jumlah korban tewas meningkat signifikan pada dini hari Kamis, dari 13 menjadi 36 orang.
Tak lama setelah tengah malam, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengonfirmasi bahwa terdapat 279 orang yang belum dapat dihubungi.
Petugas polisi telah membantu penduduk mencari anggota keluarga yang hilang dengan menggunakan pengeras suara, menurut laporan media lokal.
Dalam konferensi pers pada Rabu malam, jumlah korban luka-luka direvisi menjadi 15 orang, setelah sebelumnya dilaporkan 28 orang.
Di antara yang tewas adalah seorang petugas pemadam kebakaran, Ho Wai-ho, 37, yang telah bertugas di Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin selama sembilan tahun.
Dinas pemadam kebakaran menyatakan kehilangan kontak dengannya pada pukul 15:30, dan sekitar setengah jam kemudian, ditemukan bahwa dia telah roboh. Dia dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal tak lama kemudian.
“Saya sangat berduka atas kepergian petugas pemadam kebakaran yang dedikasi dan gagah berani ini,” ujar Andy Yeung, Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya satu petugas pemadam kebakaran lainnya sedang dirawat di rumah sakit, menurut dinas pemadam kebakaran Hong Kong.
Hotline darurat dan tempat penampungan didirikan
Wang Fuk Court adalah rumah bagi sekitar 4.600 penduduk, dan telah terjadi pengungsian besar-besaran di area tersebut, termasuk dari gedung-gedung terdekat yang bukan bagian dari kompleks.
Beberapa tempat penampungan darurat telah didirikan untuk menampung penduduk yang dievakuasi, menurut pemerintah. South China Morning Post melaporkan bahwa salah satunya – di Tung Cheong Street Sports Centre – telah penuh, dan para penduduk diarahkan ke penampungan lain.
Penampungan lainnya, yaitu Balai Masyarakat Kwong Fuk yang terletak persis di seberang jalan dari kompleks perumahan, dinyatakan tidak aman. Para pengungsi kemudian dipindahkan ke tempat penampungan lain yang lebih jauh.
Reporter BBC Chinese, Gemini Cheng, menyaksikan para lansia, beberapa menggunakan tongkat atau kursi roda, tiba di beberapa tempat penampungan. Bus-bus kemudian akan memindahkan mereka ke balai-balai masyarakat yang akan tetap buka semalaman untuk menampung para korban kebakaran.
Enam sekolah di Tai Po akan tetap tutup pada hari Kamis, Badan Pendidikan mengumumkan daftar sekolah yang terdampak di situs webnya.
Sebuah pusat pemantauan dan dukungan darurat telah beroperasi untuk mengelola dampak kebakaran, ujar Sekretaris Keamanan Tang Ping-keung dalam sebuah pernyataan.
Polisi Hong Kong telah menyediakan hotline bagi masyarakat untuk menanyakan tentang korban – nomornya adalah +852 1878 999.
Hong Kong dan perancah bambu
**Reuters**
Blok-blok menara di Wang Fuk Court diselubungi oleh perancah bambu dan jaring konstruksi berwarna hijau, hingga ke atap bangunan, karena sedang menjalani renovasi.
Perancah bambu telah digunakan di Hong Kong selama berabad-abad, karena tumbuh dengan cepat, ringan, dan sangat kuat. Banyak yang menganggapnya sebagai bagian ikonik dari lanskap perkotaan – namun Hong Kong adalah salah satu dari sedikit kota di dunia yang masih menggunakannya dalam konstruksi modern.
Laporan media lokal pada Maret lalu menyebutkan bahwa Biro Pembangunan pemerintah telah berupaya menghentikan penggunaan bambu secara bertahap karena kekhawatiran akan keselamatan. Dorongan untuk menggunakan logam sebagai pengganti bambu muncul setelah serangkaian kematian yang terkait dengan perancah di Hong Kong.
Perancah bambu memiliki “kelemahan intrinsik seperti variasi dalam sifat mekanis, penurunan kualitas seiring waktu, dan tingkat kebakaran yang tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan,” ujar juru bicara biro tersebut, Terence Lam, seperti dikutip.
Penyebab kebakaran ini masih belum jelas, namun pihak berwenang mencatat bahwa api tampaknya menyebar dengan cepat – dan ke gedung-gedung tetangga – melalui perancah bambu tersebut.
Pelaporan tambahan oleh Jack Lau, BBC Global China Unit dan Gemini Cheng, BBC Chinese di Hong Kong.