Setidaknya empat orang tewas dan sepuluh lainnya luka-luka dalam serangan terbaru Rusia, sehari setelah Moskow menghantam Kyiv dengan rentetan serangan paling mematikan tahun ini.
Di wilayah Sumy yang berbatasan, sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen hingga menewaskan dua wanita, seorang lansia, dan seorang balita. Tiga orang lainnya luka-luka di lokasi yang sama, kata Kepala Administrasi Militer Wilayah, Oleh Hryhorov, pada hari Jumat.
Dalam serangan terpisah, serangan misil di kota Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk, melukai tujuh orang. Ini disampaikan Oleksandr Vilkul, kepala dewan pertahanan kota, di Telegram.
Dua wanita yang terluka masih dirawat di rumah sakit. Vilkul menambahkan bahwa sembilan blok apartemen, sebuah gedung sekolah, sebuah perusahaan, beberapa toko, garasi, dan sekitar sepuluh kendaraan rusak. Dua bangunan tempat tinggal juga terputus pasokan gasnya. Kryvyi Rih, kota asal Presiden Volodymyr Zelenskyy dan pusat industri besar, berulang kali diserang selama perang.
Serangan Rusia terjadi semalam setelah rentetan besar pengeboman ke ibu kota Kyiv. Jumlah korban tewas di sana, menurut otoritas setempat, telah bertambah menjadi setidaknya 30 jiwa. Kyiv mengadakan hari berkabung pada hari Jumat menyusul serangan Rusia paling dahsyat ke ibu kota Ukraina tahun ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam pengeboman Rusia dan kembali menyerukan gencatan senjata.
“Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan,” kata juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Namun, Kremlin berjanji untuk semakin meningkatkan “tekanan” terhadap Kyiv dan tetap teguh pada retorika tanpa kompromi.
Angkatan udara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 476 dari 496 drone serta 48 dari 74 misil yang diluncurkan Rusia, termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat. Diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas
]]>