Dua pria kelahiran Ukraina yang didindikasi memiliki hubungan dengan Rusia menyasar properti milik Keir Starmer pada Mei 2025.
Dua orang pria dijatuhi hukuman penjara akibat serangkaian serangan pembakaran yang menyasar properti milik Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Pasangan itu—Roman Lavrynovych, 22 tahun, seorang kelahiran Ukraina, dan Stanislav Carpiuc, 27 tahun—ditawari uang untuk melaksanakan serangan tersebut oleh seorang tokoh berbahasa Rusia yang menggunakan nama “El Money” lewat aplikasi pesan Telegram, menurut jaksa penuntut.
Hakim Neil Garnham pada hari Jumat menyatakan bahwa Lavrynovych, warga negara Ukraina, adalah “seorang idiot yang berguna” yang bertindak sebagai “pion” untuk “suatu tujuan yang tidak diketahui” dan telah membahayakan nyawa. Lavrynovych dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun.
“Kamu setuju untuk melakukan aksi pembakaran yang tidak masuk akal ini demi uang. Kamu bukanlah pria yang berprinsip, dan kamu mudah dibeli,” tambah hakim itu.
Carpiuc, warga negara Rumania yang lahir di Ukraina, mendukung dan mendorong Lavrynovych, serta dijatuhi hukuman penjara dua tahun.
Kedua pria itu melakukan serangan pada malam hari di bulan Mei 2025 yang menargetkan rumah-rumah di London yang terkait dengan Starmer—termasuk bekas kediamannya tempat tinggal saudara ipar perempuan dan keluarganya—serta sebuah mobil Toyota yang pernah ia miliki.
Mereka dinyatakan bersalah oleh juri pada hari Senin atas konspirasi merusak properti dengan api setelah menjalani sidang di pengadilan Old Bailey London.
Lavrynovych, yang menurut jaksa penuntut menyalakan ketiga api tersebut, dinyatakan bersakala atas dua tuduhan tambahan pembakaran yang membahayakan nyawa.
Jaksa penuntut menyatakan bahwa para pelaku tidak mengekspresikan motivasi politik apa pun dalam melakukan kejahatan tersebut, dan motif mereka adalah finansial.
El Money menghubungi Lavrynovych dalam bahasa Rusia dan Ukraina, dan jaksa penuntut tidak menyatakan siapa atau apa yang diyakini berada di balik akun itu. Lavrynovych mengatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak tahu siapa yang ia targetkan, sementara pengadilan diperlihatkan pesan di mana El Money memberi tahu Lavrynovych bahwa ia harus melarikan diri dari Inggris setelah melakukan serangan terhadap rumah “seorang individu berpangkat sangat tinggi di Inggris.”
BBC melaporkan bahwa El Money adalah “seorang diplomat muda Rusia” yang berusia 23 tahun dan “putra seorang pejabat senior.”
Polisi Inggris mengatakan tidak ada bukti spesifik yang mengaitkan kedua pria tersebut dengan Rusia, sementara Kedutaan Besar Rusia di London menolak tuduhan keterlibatan Rusia, dengan mengatakan bahwa Moskow tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan Inggris.
Helen Flanagan, kepala Counter Terrorism Policing London, mengatakan setelah putusan bahwa dalang di baliknya ingin “menciptakan ketakutan,” meskipun tidakada bukti bahwa El Money adalah “ancaman negara.”
Berbicara setelah kedua pria itu dijatuhi hukuman, Starmer menyambut baik putusan tersebut. Ia mengatakan bahwa serentetan serangan itu harus “dilihat dalam konteks yang lebih luas,” merujuk pada Ukraina yang “melonjak lebih baik” dalam perang dan sanksi Barat yang memiliki “dampak nyata pada negara Rusia.”