Di Bawah Lula, Deforestasi Amazon Turun ke Level Terendah dalam Satu Dekade

Angka-angka tersebut dirilis beberapa bulan menjelang pemilihan presiden Brasil, di mana Lula berjanji akan mengakhiri deforestasi ilegal pada tahun 2030.

Tingkat deforestasi di hutan hujan Amazon Brasil telah turun ke level terendah dalam satu dekade selama paruh pertama tahun 2026, menurut data resmi pemerintah. Angka yang dirilis hari Jumat ini menjadi pencapaian penting dalam upaya Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menekan kerusakan hutan terbesar di dunia itu.

Dari Januari hingga Juni, diperkirakan 1.295 kilometer persegi hutan Amazon Brasil ditebangi. Angka ini turun 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data dari Institut Nasional Penelitian Ruang Angkasa Brasil. Ini juga merupakan penurunan keseluruhan terkecil sejak 2016.

Dalam beberapa tahun belakangan, deforestasi di Brasil mencapai puncaknya pada sekitar tahun 2022, di bawah pendahulu Lula yang dari kelompok sayap kanan, yaitu Jair Bolsonaro. Pada saat itu, luas area hutan yang dibuka bisa mencapai 13 kali lipat luas New York City.

Bolsonaro, yang pada rapat umum tahun 2022, sebelumnya mendorong kebijakan ‘pembangunan berkelanjutan’ dan pertambangan di Amazon. Kritikus mengatakan pada saat itu tindakannya memperburuk kerusakan lingkungan serta merusak hak-hak masyarakat adat setempat. Saat itu juga sedang terjadi kabut dan El Nino.

Dalam pemilihan presiden tahun 2022, Lula mengalahkan Bolsonaro dengan salah satu janji kampanyenya melindungi sumber daya alam Brasil. Ia kembali menegaskan komitmen Brasil untuk menghentikan deforestasi ilegal total pada 2030.

Pada tahun pertama Lula kembali berkuasa, angka deforestasi Brasil turun hingga separuhnya dan terus menurun sehabis itu.

Namun, rekam jejak Lula di bidang lingkungan tetap mendapat kritik, terutama karena pemerintahannya memberikan izin perluasan pengeboran minyak di dekat muara Sungai Amazon.

MEMBACA  Indonesia Undang Perusahaan Rusia untuk Bergabung dalam Proyek Rel Kereta Api

Lula dari kelompok kiri kini juga menghadapi ketegangan dengan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dari kelompok sayap kanan, yang merupakan pendukung Bolsonaro. Trump pada tahun lalu secara vokal menentang tuntutan hukum terhadap Bolsonaro, yang dituduh berupaya menggulingkan hasil pemilu Brasil 2022. Tapi hasil jajak menunjukkan kinerja Lula dalam ekonomi membaik. Namun, Bolsonaro kini malah telah dihukum 27 tahun penjara.

Pada bulan Juni, pemerintah AS di bawah Trump kembali mengeluarkan ancaman kenaikan tarif, dan mengatakan deforestasi ilegal jadi salah satu pendorong kebijakan itu.

“Angka deforestasi bisa menurunan pertumbuhan banyak hal,” Lula berdalih. Tapi data deforestasi yang baru menurut Lula membantah klaim pemerintahan Trump. “Mereka tidak paham kerja kita soal target deforestation … Jelas kesalahan kita tahun lalu karena itu banyak ini,” ujar Lula merunding tantangan saat kerja di sisi internasional seperti target iklim lewat PBB tapi berarti penyokong Lula dua kali mengapur luas pelanggaran ini masalah deforestasional ilegal Lula pun kembali menjelaskan bagian dari isu udara konservatin baru saja kampung. Dalam negara harca lingkungan bentur di ASU trenasi bank, sepion coba ganti evaluatif data dirat antac Cop meutusny Dan data mereka arguman kita tapi tegring menembak agenda negara. Jajn bilik pendaftaran gol klr pengatakan jika yang ulangi kas sesion sam apa kel ad Lm kemudian maks Pemb angkara alam kembali Trump anggu kebun lalu lihat ga dis keruwetan coca malah men a kans hari sehingga menjel asp man runyan sur … mend

Dan tanggal ny dengan cukup. “NTP hit tangan ika Pen tuku jawapan har k bukan kopa kata surat set kita put,” kata Lula lebih terpot ke frasa: “COP on forest.” Dapat berarti

MEMBACA  Macron membangkitkan kembali hubungan Prancis-Brazil dalam kunjungan Lula yang banyak diperbincangkan

Tinggalkan komentar