Diterbitkan pada 22 Feb 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial
Pakistan menyatakan telah melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata di Afghanistan. Langkah ini diambil usai menuding kelompok militan yang berbasis di wilayah tetangganya itu sebagai dalang di balik serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk serangan selama bulan suci Ramadan.
Kabul telah berulang kali membantah tuduhan mengizinkan kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afganistan untuk melancarkan serangan di Pakistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan pada Minggu menyatakan bahwa “ratusan warga sipil tak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak, syahid dan terluka” ketika serangan menghantam sebuah sekolah dan sejumlah rumah di provinsi timur Nangarhar dan Paktika.
Kepolisian Nangarhar memberitahukan kepada kantor berita AFP bahwa pemboman dimulai sekitar tengah malam (19:30 GMT pada Sabtu) dan mengenai tiga distrik.
“Warga sipil tewas. Di satu rumah, terdapat 23 anggota keluarga. Lima orang yang luka-luka berhasil dikeluarkan,” ujar juru bicara polisi Sayed Tayeeb Hammad.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan akan “memberikan respons yang tepat dan terukur” terhadap serangan Pakistan tersebut.
Kedua negara telah terlibat dalam perselisihan yang semakin memanas sejak otoritas Taliban kembali mengendalikan Afghanistan pada 2021.
Tindakan militer Pakistan menewaskan 70 warga sipil Afghanistan dari Oktober hingga Desember, menurut misi PBB di Afghanistan.
Beberapa putaran negosiasi menyusul gencatan senjata awal yang difasilitasi Qatar dan Turkiye, namun upaya itu gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.
Arab Saudi turut campur tangan bulan ini, menjadi mediator dalam pembebasan tiga prajurit Pakistan yang ditangkap oleh Afghanistan pada Oktober.
Hubungan yang memburuk ini telah berakibat bagi masyarakat di kedua negara dengan perbatasan darat yang sebagian besar tertutup selama berbulan-bulan.