Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Hentikan Perdagangan Sepenuhnya

Komando Pusat AS menyatakan lebih dari 10.000 personel angkatan bersenjata, beserta kapal perang dan pesawat, terlibat dalam blokade ini.

Diterbitkan Pada 15 Apr 202615 Apr 2026

Militer AS menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran telah “sepenuhnya diimplementasikan” dan perdagangan ekonomi yang masuk serta keluar Iran melalui laut telah “terhenti total”.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah dan memimpin perang terhadap Iran, menyatakan blokade diberlakukan terhadap kapal-kapal semua bangsa yang “masuk atau meninggalkan area pesisir atau pelabuhan di Iran”.

Artikel Rekomendasi

“Diperkirakan 90% ekonomi Iran digerakkan oleh perdagangan internasional melalui laut. Dalam kurang dari 36 jam sejak blokade dijalankan, pasukan AS telah menghentikan sama sekali perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran via laut,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam.

CENTCOM menyebutkan lebih dari 10.000 pelaut, marinir, dan personel Angkatan Udara AS berpartisipasi dalam operasi ini dan bahwa, dalam 24 jam pertama, enam kapal dagang telah mematuhi perintah AS untuk berbalik arah dan “memasuki kembali pelabuhan Iran”.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa sebuah kapal perusak AL AS mencegat dua kapal tanker minyak yang berusaha meninggalkan Iran pada hari Selasa, sehari setelah blokade berlaku, dan memerintahkan mereka untuk berbalik.

Kapal-kapal tersebut telah berangkat dari pelabuhan Chabahar Iran di Teluk Oman dan dihubungi oleh kapal perang AS melalui komunikasi radio, tutur seorang pejabat kepada Reuters dengan syarat anonimitas.

Presiden AS Donald Trump berharap blokade ini akan memaksa para pejabat di Tehran untuk menerima syarat-syarat Washington guna mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran. Ia mengumumkan blokade setelah perundingan pada akhir pekan antara negosiator AS dan Iran di Pakistan mengalami kebuntuan, yang sebelumnya diikuti pengumuman gencatan senjata yang menghentikan serangan.

MEMBACA  Hexagon Composites melaporkan kinerja kuat tahun 2023, optimis terhadap tahun 2024 Menurut Investing.com

CENTCOM menyatakan tidak ada satu pun kapal yang berhasil melewati blokade AS sejak diberlakukan pada hari Senin pukul 10 pagi waktu Washington, DC (14:00 GMT).

Abas Aslani, seorang peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah di Tehran, mengatakan pada hari Rabu bahwa rakyat Iran percaya AS kini mengisyaratkan pembicaraan damai baru untuk meredam guncangan blokade terhadap pasar minyak global.

Harga minyak sempat melonjak di atas $100 per barel sebelum mereda karena harapan akan adanya pembicaraan lebih lanjut antara kedua belah pihak.

Tehran menganggap blokade ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata, dan hal ini “dapat memperumit situasi”, tambah Aslani.

“Gencatan senjata, yang saat ini berlaku, merupakan gencatan yang sangat rapuh,” ujarnya.

“Kita tunggu saja apa reaksi dari Iran.”

Tinggalkan komentar